Sudira Tusuk Dadanya Sendiri Saat Kerauhan, PHDI Imbau Tinggalkan Tradisi Ngurek

Sejatinya ia telah memberikan imbauan kepada para pemangku agar tidak menggelar ritual yang membahayakan nyawa.

Sudira Tusuk Dadanya Sendiri Saat Kerauhan, PHDI Imbau Tinggalkan Tradisi Ngurek
Tribun Bali / Made Dwi Saputra
Ngurek 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Ketua Parasida Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Buleleng, Dewa Suardana menyayangkan tragedi yang terjadi dalam ritual Pujawali Pura Desa Nagasepeha, Kecamatan Buleleng, Bali.

Kekhawatirannya jadi nyata.

Ritual yang disebut berbaya memakan korban jiwa.

Dalam ritual yang digelar tersebut, juru ayah bernama Ketut Sudira (55) meregang nyawa.

Keris yang ia hujamkan sendiri menembus dadanya.

Ia yang dalam kondisi kerauhan mendadak lemas.

Darah mengucur membasahi kemeja putihnya.

Meski dilarikan ke rumah sakit, nyawa Sudira tak terolong.

Suardana mengatakan, sejatinya ia telah memberikan imbauan kepada para pemangku agar tidak menggelar ritual yang membahayakan nyawa.

Namun imbauan itu seolah dianggap sebagai angin lalu.

Halaman
123
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved