Lombok Bangkit, Pembagian Konkit Elpiji 3 Kg untuk Nelayan Lombok Tengah

Nelayan di Kabupaten Lombok Tengah, menjadi penerima konverter kit pertama di wilayah NTB pada tahun 2018

Lombok Bangkit, Pembagian Konkit Elpiji 3 Kg untuk Nelayan Lombok Tengah
Istimewa
Pembagian Konkit Elpiji 3 Kg untuk Nelayan Lombok Tengah. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Nelayan di Kabupaten Lombok Tengah, menjadi penerima konverter kit pertama di wilayah NTB pada tahun 2018.

Sejumlah 500 paket perdana konverter kit, diserahkan secara simbolis kepada nelayan Lombok Tengah dalam acara seremonial, di Pelabuhan Perikanan Teluk Awang oleh Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas, Alimuddin Baso, dan disaksikan anggota Komisi VII DPR RI, Kurtubi, serta Bupati Lombok Tengah, H. M. Suhaili Fadhil Thohir, dan Manager Domestic Gas Region V, yang diwakili Totok Sugiarto.

"Dengan konverter kit berbahan bakar elpiji, nelayan bisa menghemat biaya operasional penggunaan elpiji sampai sekitar 30 persen, dengan asumsi tanpa ada subsidi. Bila dengan subsidi yang berlaku sekarang ini baik untuk bensin maupun elpiji, maka penghematan yang diperoleh bisa mencapai sekitar 50 persen. Dengan elpiji juga memberikan energi bersih, mengurangi konsumsi BBM," ujar Alimuddin Baso, dalam siaran pers yang diterima Tribun Bali, Jumat (28/9/2018).

Pembagian paket perdana konverter kit BBM ke elpiji, terdiri atas beberapa komponen, yaitu mesin penggerak, konverter kit, as panjang, baling-baling, 2 buah tabung elpiji 3 kg, as panjang dan baling-baling, serta aksesori pendukung lainnya (reducer, regulator, mixer, dan lainnya).

Sementara itu, Totok Sugiharto mengapresiasi pemerintah/stakeholder, dalam hal ini Kementerian ESDM atas program konversi BBM ke elpiji bagi nelayan kecil di Lombok Tengah dan lokasi lainnya di NTB.

“Tentunya kami pihak Pertamina siap mendukung kelancaran program ini, dengan menyiapkan kebutuhan refill elpiji tabung 3 Kg. Semoga para Nelayan dapat merasakan manfaat dari program konversi ini, semakin sukses dan berkembang pemakaian elpiji untuk mesin perahu nelayan ke depannya,” katanya.

Adapun kriteria nelayan yang mendapatkan paket konverter kit BBM ke BBG sesuai Perpres No.126 Tahun 2015 tentang penyediaan, pendistribusian dan penetapan harga elpiji untuk kapal perikanan bagi nelayan kecil, antara lain nelayan yang memiliki kapal ukuran di bawah 5 Gross Tonnage (GT), berbahan bakar bensin atau solar dan memiliki daya mesin di bawah 13 Horse Power (HP).

Pada tahun 2016 dan 2017, Kementerian ESDM melalui PT Pertamina (Persero) telah membagikan sejumlah  5.473 dan 17.081 unit paket konverter kit.

Sementara hingga Desember tahun ini, sesuai Keputusan Menteri ESDM Nomor 294 K/10/MEM/2018 akan dibagikan 25 ribu unit konverter kit untuk 55 kabupaten/kota yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Pada Tahun 2017 yang lalu, sebanyak 2.000 paket perdana telah dibagikan kepada nelayan Lombok Timur, dan 165 paket perdana kepada nelayan Lombok Barat.

Kemudian pada tahun ini, kegiatan pembagian paket perdana konverter kit untuk nelayan di wilayah NTB berlanjut, di mana wilayah sasarannya meliputi Kabupaten Lombok Tengah, Kota Mataram, Kabupaten Lombok Timur, dan Kabupaten Lombok Utara akan dibagikan sebanyak 1.921 unit.

Pada akhirnya, dengan pembagian paket perdana konverter kit BBM ke elpiji ini diharapkan manfaat penggunaan elpiji, khususnya untuk kapal nelayan kecil sebagai bahan bakar yang murah, nyaman, ramah lingkungan, dan aman dapat terwujud dengan baik. (*)

Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved