Pesan Terakhir Petugas Airnav Sebelum Jadi Korban Robohnya Menara ATC Bandara di Palu

Menara ATC Bandara Mutiara Sis Al-jufri, Palu, Sulawesi Tengah mengalami kerusakan cukup parah akibat gempa yang terjadi 7.7 SR

Pesan Terakhir Petugas Airnav Sebelum Jadi Korban Robohnya Menara ATC Bandara di Palu
(Istimewa)
Menara ATC di bandara Mutiara, Palu yang rusak akibat gempa bumi 7,7 SR pada Jumat (28/9/2018) petang. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Menara ATC Bandara Mutiara Sis Al-jufri, Palu, Sulawesi Tengah mengalami kerusakan cukup parah akibat gempa yang terjadi 7.7 SR, Jumat (28/9/2018) kemarin, hingga memakan korban jiwa satu orang dari petugas ATC tersebut.

Sesaat sebelum gempa terjadi maskapai Batik Air ID-6231 menjadi pesawat terakhir yang takeoff dari Bandara Mutiara Sis Al-jufri dengan rute Palu-Makassar.

“Batik Air ID-6231 berangkat dari Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu pukul 17.55 WITA sesuai jadwal, dan mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan pukul 19.00 WITA kemarin,” ungkap Corporate Communications Strategic Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, Sabtu (29/9/2018) malam.

Ia menambahkan, dalam penerbangan ID-6231, Batik Air menerbangkan 7 kru pesawat dan 148 penumpang.

'Safe flight Batik Air..Take care..' kalimat terakhir dari almarhum Antonius Gunawan,” menirukan kata terakhir yang disampaikan kepada Pilot Batik Air.

Pihaknya mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas kejadian bencana alam yang melanda di Kota Palu, Kabupaten Donggala dan sekitar Sulawesi Tengah kemarin.

Dan mennyampaikan turut bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Anthonius Gunawan Agung, salah satu petugas Air Traffic Controller (ATC) AirNav Indonesia Cabang Palu, ketika bertugas dalam mengatur layanan navigasi penerbangan.

Batik Air juga sangat berterima kasih dan mengapresiasi atas tanggungjawab, dedikasinya bahwa saat gempa terjadi, Anthonius Gunawan Agung telah memberikan komando berupa perizinan untuk terbang (clearance) kepada penerbang/ pilot Batik Air bernomor ID-6231, untuk lepas landas hingga menunggu pesawat Airbus A320-200 mengudara tetap sesuai standar operasi prosedur.(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved