Impor Bahan Baku Tembakau Gorila, Krisna Pasrah Menerima Vonis 12 Tahun Penjara

AA Krisna Andika Putra (20) hanya bisa pasrah dan menyerahkan sepenuhnya pada tim penasehat hukumnya, menanggapi vonis majelis hakim

Penulis: Putu Candra | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/Putu Candra
AA Krisna Andika Putra menjalani sidang di PN Denpasar beberapa waktu lalu. Ia dituntut 17 tahun penjara, terkait tindak pidana narkotik jenis tembakau gorila. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - AA Krisna Andika Putra (20) hanya bisa pasrah dan menyerahkan sepenuhnya pada tim penasehat hukumnya, menanggapi vonis majelis hakim.

Setelah berkoordinasi singkat, tim penasehat hukum dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi yang mendampingi Krisna Andika menyatakan menerima vonis majelis hakim.

Di sisi lain, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nyoman Bela Putra Atmaja masih pikir-pikir.

Krisna Andika divonis 12 tahun penjara oleh majelis hakim pimpinan Dewa Budi Watsara.

Ia dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana narkotik jenis tembakau gorila.

"Terima kasih Yang Mulia. Setelah berkoordinasi, terdakwa menerima," ujar anggota tim penasehat hukum terdakwa, Fitra Octora kepada majelis hakim di persidangan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Senin (1/10/2018).

Vonis itu, sejatinya lebih ringan lima tahun dibandingkan tuntutan yang diajukan jaksa.

Sebelumnya, dalam surat tuntutan Jaksa Nyoman Bela mengajukan tuntutan pidana penjara selama 17 tahun terhadap terdakwa Krisna Andika.

Selain dituntut pidana badan, terdakwa juga dituntut hukuman tambahan yakni pidana denda sebesar Rp 1 miliar, subsider enam bulan penjara.

Sementara itu, majelis hakim dalam amar putusan menyatakan, semua unsur-unsur yang didakwakan dalam dakwaan kedua jaksa terpenuhi.

Dalam persidangan, baik dari fakta, saksi dan barang bukti di persidangan, tidak ditemukan alasan pembenar maupun pemaaf yang dapat menghapus pidana pada dari terdakwa, maka pada diri terdakwa patut dijatuhi pidana sesuai perbuatannya.

Oleh karena itu, terdakwa Krisna Andika dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah sebagaimana Pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotik.

"Mengadili, menjatuhkan pidana kepada terdakwa AA Krisna Andika Putra dengan pidana penjara selama 12 tahun, dikurangi selama terdakwa dalam tahanan. Dan denda sebesar Rp 1 miliar, subsider enam bulan penjara," tegas Hakim Ketua Dewa Budi Watsara.

Namun sebelum pada inti putusan majelis hakim terlebih dahulu mengurai beberapa hal yang dijadikan pertimbangan dalam menjatuhkan vonis.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved