Impor Bahan Baku Tembakau Gorila, Krisna Pasrah Menerima Vonis 12 Tahun Penjara

AA Krisna Andika Putra (20) hanya bisa pasrah dan menyerahkan sepenuhnya pada tim penasehat hukumnya, menanggapi vonis majelis hakim

Penulis: Putu Candra | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/Putu Candra
AA Krisna Andika Putra menjalani sidang di PN Denpasar beberapa waktu lalu. Ia dituntut 17 tahun penjara, terkait tindak pidana narkotik jenis tembakau gorila. 

Hal memberatkan bahwa perbuatan terdakwa bertentang dengan kebijakan pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana narkotik, membawa dampak yang merugikan bagi masa depan generasi muda bangsa Indonesia.

"Hal yang meringankan, terdakwa bersikap sopan selama persidangan, mengakui terus terang perbuatannya dan merasa menyesal. Terdakwa juga masih berusia muda dan diharapkan masih bisa memperbaiki masa depannya," papar majelis hakim.

Diketahui bergulir perkara ini hingga ke meja hijau berawal dari perkenalan terdakwa dengan seseorang bernama David (DPO) melalui media Whatsapp (WA).

Dari situ lah, David kemudian mengajak terdakwa untuk menjual produk dari China dengan syarat mengikuti petunjuknya dan harus dibuat sendiri.

Karena tergiur dengan keuntungan yang besar, terdakwa pun menyetujuinya.

"Terdakwa kemudian mengirim uang sebesar Rp 40 juta sebagai deposito barang yang akan dikirim David dari China ke alamat tinggal terdakwa di Apertemen Adelia di Jalan Pemuda II Renon, Denpasar. Lalu pada bulan Februari 2018, terdakwa mendapat kiriman dari David melalui kantor Pos Denpasar berupa serbuk kuning diduga narkotik yang akan dijadikan sebagai dasar bahan membuat tembakau gorila," terang Jaksa Nyoman Bela kala membacakan dakwaan.

Singkat cerita, setelah berhasil membuat tembakau gorila sesuai petunjuk dari David, terdakwa kemudian disuruh untuk menyimpan sembari menunggu instruksi selanjut dari David.

Lalu, pada tanggal 20 Maret terdakwa kembali mendapat kiriman yang diantar oleh petugas FedEX.

Setelah menerima paket tersebut, terdakwa langsung diamankan oleh petugas dari Direktorat Narkoba Bareskrim Polri.

Saat paketan itu dibuka, ditemukan serbuk kuning yang diduga narkotik.

Selanjutnya, petugas melakukan pengeledahan di rumah kontrakan terdakwa di Perumahan Pesona Paramita II No.2, Jalan Tunjung Sari, Denpasar Barat.

Alhasil ditemukan barang-barang yang digunakan untuk memproduksi narkotik.

"Barang buktinya 1 paket berisi serbuk kuning seberat 500 gram, 1 botol alkohol, 6 botol isi cairan aceton, 14 botol isi cairan Essence, 5 jeringen isi PGVG, 1 plastik besar berisi tembakau seberat 1600 gram, 26 kotak isi tembakau berat 1378 gram, dan 126 kotak seberat 4536 gram," ungkap Jaksa dari Kejaksaan Negeri Denpasar itu.

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap barang bukti tersebut diproleh kesimpulan, bahwa serbuk kuning dan daun-daun kuning tersebut adalah benar narkotik jenis 5-Flouro ADB terdaftar dalam narkotik golongan I lampiran No. 95 Peraturan Mentri Kesehatan RI nomor 07 tahun 2018 tentang perubahan pengolongan narkotik di dalam lampiran UU RI No35 tahun 2009 tentang Narkotik. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved