55 Siswa SMP Sayat Tangannya Sendiri, Pihak Sekolah Tak Menyangka Setelah Tahu Alasannya

Ada sekitar 55 siswa yang terdapat luka gores di tanganya, dimana mayoritas adalah siswi perempuan, hanya satu laki-laki.

TRIBUN-BALI.COM - Pihak sekolah SMPN 18 Pekanbaru menemukan hal mengejutkan saat melakukan razia terhadap siswanya sekitar dua minggu lalu. 

Kepala SMPN 18 Pekanbaru Lily Deswita mengatakan, razia tersebut digelar rutin untuk menyasar siswanya yang membawa HP. 

Namun, mereka justru menemukan luka gores di tangan siswanya. 

Ada sekitar 55 siswa yang terdapat luka gores di tanganya, dimana mayoritas adalah siswi perempuan, hanya satu laki-laki. 

Karena merasa khawatir, pihak sekolah pun menghubungi Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Pekanbaru. 

Petugas BNNK dan dokter kemudian menemukan zat benzo dalam urin sebagian siswa.

Zat benzo tersebut berasal dari sebuah merek minuman berenergi

"Izin BPOM-nya padahal ada (di kemasan), kehalalan dari MUI juga. Cuma memang ada larangan bagi ibu menyusui, ibu hamil dan anak-anak. Ditanya ke anak-anak, memang dari mereka ada minum, cuma banyak juga yang nggak minum," kata Lily dikutip dari TribunPekanbaru.com. 

Usai kejadian ini, pihak sekolah pun semakin memperketat pengawasan, salah satunya dengan meningkatkan razia. 

Lily pun mengatakan, sejauh ini siswanya bersih dari narkoba.

Lily mengatakan, saat bertanya pada siswanya, mereka menjawab hanya ikut challenge (tantangan). 

"Tapi memang anak-anak bilang cuma mau ikut challenge saja. Mau coba sakit apa nggak, ternyata mereka ngakunya sakit," katanya.

Menurut Lily, siswanya tersebut mengaku hanya ikut-ikutan. 

"Ada challenge gitu, lihat di IG dan WA. kita panggil orangtuanya, mereka pun tak tahu anaknya seperti itu," kata Lily. 

Kasus siswa menyanyat tangan sebelumnya dilaporkan pernah terjadi di sebuah SMP Negeri di Surabaya. 

Melansir Nakita, seorang guru melapor ke polisi sebanyak 56 muridnya menderita luka sayatan yang sama di pergelangan tangan. 

Guru tersebut pun melapor ke polisi agar dilakukan pemeriksaan. 

Walikota Surabaya Tri Rismaharini pun sempat mengunjungi SMP tersebut pada Senin (10/9/2018). 

Usai diselidiki, ternyata siswa melukai diri mereka sendiri karena tekanan batin, masalah keluarga, dan masalah psikologis. 

Simak videonya di atas. (Tribun-Video.com/Vika Widiastuti)

Editor: Eviera Paramita Sandi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved