9 Pemandu Lagu Kafe di By Pass Mantra Kaget Saat Didatangi Satpol, Sri: Saya Cari Rejeki di Sini

Mengetahui kehadiran Satpol PP, sembilan perempuan yang kesehariannya bekerja di Cafe Dewi itu kaget.

9 Pemandu Lagu Kafe di By Pass Mantra Kaget Saat Didatangi Satpol, Sri: Saya Cari Rejeki di Sini
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Satpol PP Klungkung melalukan sidak di Cafe Dewi, Jalan Ida Bagus Mantra, Klungkung, Senin (1/10/2018). Selain itu, juga dilakukan sidak bangunan yang memakan ruang milik jalan. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Waktu sudah menunjukkan pukul 11.00 Wita, Senin (1/10/2018).

Namun Sri Martini (35) dan kawan-kawannya masih tertidur lelap di Cafe Dewi, di By Pass Profesor Ida Bagus Mantra, Banjarangkan, Klungkung.

Tanpa mereka duga, belasan petugas Satpol PP pun datang. Mereka kaget lalu terbangun.

"Saya tidur jam empat pagi, jadi jam segini masih tertidur pulas," kata Sri Martini sembari merapikan rambut panjanganya yang masih berantakan.

Mengetahui kehadiran Satpol PP, sembilan perempuan yang kesehariannya bekerja di Cafe Dewi itu kaget.

Satu persatu terbangun dan beranjak menarik lepas selimut mereka. Beberapa juga terburu-buru mengganti pakaian.

Mereka lalu dikumpulkan di sebuah ruangan di Cafe Dewi. Tidak ada satu pun dari mereka yang mengantongi Kartu Izin Penduduk Sementara (KIPS).

"Belum pernah melapor ke kepala lingkungan. Saya tidak tahu, saya hanya mencari rezeki di sni," kata Sri.

Satpol PP Klungkung, Provinsi Bali, dan Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Metropolitan Denpasar Balai Besar Pelaksanaan Jalan  Nasional VIII Surabaya juga melakukan penertiban terhadap pelanggaran pemanfaatan ruang milik jalan di sepanjang By Pass Ida Bagus Mantra.

Petugas dengan membawa alat berat. Mereka banyak menemukan bangunan di pinggir By Pass yang berada di areal ruang milik jalan.

Namun tidak satupun dilakukan pembongkaran. Petugas memberikan batas waktu sepekan untuk para pelanggar membongkar sendiri bangunannya.

“Kalau mau bongkar sendiri silakan. Kalau tidak, biar kami yang bongkar. Kami beri batas waktu sepekan,” kata Kasat Pol PP dan Pemadam Kebakaran Klungkung, I Putu Suarta.

Ida Bagus Jeladi  selaku Pejabat Pembuat Komitmen Simpang Sanur Simpang Tohpati-Sakah Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Metropolitan Denpasar Balai Besar Pelaksanaan Jalan  Nasional VIII Surabaya, mengatakan, penertiban dilakukan agar tak ada kesan pembiaran yang bisa menimbulkan masalah di kemudian hari.

Ia menegaskan, masyarakat sebenarnya tidak sulit untuk menentukan ruang milik jalan. Tidak juga perlu melakukan pengukuran karena sudah ada banyak patok sebagai penanda batas.

Namun tidak sedikit yang nekat membangun di areal tersebut bahkan ada sampai mencabut patok penanda tersebut. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved