Gempa Bumi

Sekretaris PHDI Sulawesi Tengah Ungkap Kondisi Terkini Krama Bali di Lokasi Terdampak Gempa

Sekitar 5.000 krama Bali yang ada di Palu terdampak gempa dan tsunami.

Sekretaris PHDI Sulawesi Tengah Ungkap Kondisi Terkini Krama Bali di Lokasi Terdampak Gempa
istimewa
Kondisi bangunan krama Bali di lokasi terdampak gempa bumi di Palu, Selasa (2/10/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sekitar 5.000 krama Bali yang ada di Palu terdampak gempa dan tsunami.

Hal itu disampaikan Sekretaris PHDI Sulawesi Tengah (Sulteng), I Ketut Suarayasa ketika dihubungi tribun-bali.com, Selasa (2/9/2018) petang.

"Yang terkena dampak di Palu ada sekitar 5.000 jiwa. Dampaknya ini meluas dengan tiga kondisi berbeda," kata Suarayasa.

Pertama, gempa berdampak terhadap semua rumah, dan efeknya itu ke semua krama.

Kedua, saat tsunami juga ada beberapa krama Bali yang terkena dampak bahkan, polisi yang sedang berjaga juga meninggal.

Kondisi ketiga, di perbatasan Palu dan Sigi tepatnya di Petobo ada perumahan krama Bali yang amblas karena lumpur (likuifaksi).

"Terkait yang terkena lumpur, kami belum punya data pasti berapa umat kita di rumah itu yang hilang. Semua umat kena dampak mengungsi," katanya.

Untuk hari ini, krama Bali yang pengungsi menurut Suarayasa sudah banyak yang pulang ke kampungnya masing-masing.

Begitupun untuk mahasiswa yang sebelumnya mengungsi sudah mulai pulang ke kabupaten masing-masing yang tersebar di wilayah Sulawesi Tengah.

Untuk penanganan krama Bali yang terdampak ini pihaknya sudah membuka dua posko yaitu di Pura Jagatnata Sulawesi Tengah dan di balai Banjar Tanggul.

Bagi yang rumahnya roboh ditampung di Pura Jagatnatha hingga saat ini.

Saat hari pertama gempa dan tsunami jumlah krama Bali yang mengungsi sebanyak 500 KK dimana yang terdata resmi atau ikut mebanjar sekitar 2000.

Sementara yang tidak ikut mebanjar sekitar 1.000 orang dan mahasiswa yang berasal dari berbagai kabupaten di Sulawesi Tengah sebanyak 2000.

"Adik mahasiswa banyak mengungsi pada hari pertama dan kedua dan sekarang sudah dijemput keluarganya. Yang hari ini masih ada sekitar 10 KK di sana," terangnya.

Ia menambahkan sebagian besar mahasiswa Hindu tersebut kuliah di Universitas Tadulako mencapai 1.200 orang. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved