Gempa Bumi Palu & Donggala

Amor Ring Acintya, 9 Krama Bali Meninggal di Palu Akibat Gempa & Tsunami, Ini Identitas Korban

Sekitar 5.000 orang krama Bali yang ada di Palu, Sulawesi Tengah, terdampak bencana gempa bumi dan tsunami.

Amor Ring Acintya, 9 Krama Bali Meninggal di Palu Akibat Gempa & Tsunami, Ini Identitas Korban
Tribunnews/Irwan Rismawan
Pemakaman massal korban gempa dan tsunami Palu, Senin (1/10/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR -- Sekitar 5.000 orang krama Bali yang ada di Palu, Sulawesi Tengah, terdampak bencana gempa bumi dan tsunami.

Dan hingga kemarin, terdata ada sembilan orang yang meninggal dunia.

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris PHDI Sulawesi Tengah, I Ketut Suarayasa, ketika dihubungi Tribun Bali, Selasa (2/10) petang.

"Yang terkena dampak kita yang di Palu ada sekitar 5.000 jiwa. Dampaknya ini meluas dengan tiga kondisi berbeda," kata Suarayasa.

Pertama, gempa berdampak terhadap semua rumah dan efeknya itu ke semua umat Hindu yang ada di sana.

Kedua, saat tsunami juga ada beberapa krama Bali yang terkena dampak bahkan polisi yang sedang berjaga juga meninggal.

Kondisi ketiga yaitu di perbatasan Palu dan Sigi tepatnya di Petobo ada perumahan krama Bali yang amblas karena lumpur (likuifaksi).

"Terkait yang terkena lumpur kami belum punya data pasti berapa umat kita di rumah itu yang hilang. Umat kena dampak semua mengungsi," katanya.

Kemarin, krama Bali yang pengungsi menurut Suarayasa sudah banyak yang pulang ke kampungnya masing-masing.

Begitupun untuk mahasiswa yang sebelumnya mengungsi sudah mulai pulang ke kampung masing-masing yang tersebar di wilayah Sulawesi Tengah.

Halaman
1234
Penulis: Putu Supartika
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved