Breaking News:

Gempa Bumi Palu & Donggala

Isi Rumah Putu Artha Turut Dijarah, Semeton Bali juga Jadi Korban Penjarahan di Palu

Mantan Komisioner KPU RI, I Gusti Putu Artha, kaget melihat seluruh perabotan mahal hilang di rumah kontrakannya di Palu

Penulis: Putu Supartika | Editor: Irma Budiarti
Istimewa
BERANTAKAN - Kondisi rumah kontrakan I Gusti Putu Arta di Palu, Rabu (3/10/2018). Sejumlah barang berharga di rumah ini diambil orang. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Mantan Komisioner KPU RI, I Gusti Putu Artha, kaget melihat seluruh perabotan mahal hilang di rumah kontrakannya di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Dugaan kuat barang-barang tersebut dijarah orang.

Penjarahan ini menjadi persoalan krama Bali yang terdampak gempa dan tsunami di Sulteng.

“Di Palu saya mengontrak rumah dua lantai di sebuah perumahan. Akibat gempa, rumah kontrakan saya mengalami retak-retak parah dan tak bisa dihuni lagi. Parahnya, televisi layar datar, AC, printer, kompor gas, dan kulkas dibawa maling,” ujar Putu Artha kepada Tribun Bali, Rabu (3/10/2018).

Menurut Putu Artha, tak hanya dirinya yang menjadi korban penjarahan.

Beberapa semeton Bali di Palu juga mengalami hal serupa.

"Tadi pagi Pak Wayan Suyasa namanya, tokoh wiraswasta di sini punya toko elektronik, itu dua truk sudah mau dijarah, untung polisi segera mengamankan," papar Putu Artha yang saat ini sedang berada di Palu.

Maraknya penjarahan ini membuat warga cemas, mereka pun tak bisa tinggal di pengungsian.

“Penjarahan yang cukup meningkat membuat warga lebih memilih menjaga rumah agar tidak dijarah," sambungnya.

Sekretaris PHDI Sulawesi Tengah, Wayan Suarayasa, membenarkan sejumlah krama Bali menjadi korban penjarahan di Palu dan sekitarnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved