Melihat Potensi Fenomena Likuifaksi di Bali, Akankah Seperti Kejadian di Palu?

Purbo yang telah melakukan penelitian di Bali sejak tahun 2000 ini mengaku hafal betul wilayah Bali.

Melihat Potensi Fenomena Likuifaksi di Bali, Akankah Seperti Kejadian di Palu?
Tribun Bali / Eviera Paramita Sandi
Sekretaris Badan Geologi KESDM, Antonius Ratdomopurbo, saat menjelaskan tentang gempa Palu di kantor BPBD Provinsi Bali, Kamis (4/10/2018) 

Batuan utama penyusun wilayah kota Palu pada lapisan atasnya didominasi oleh batuan molasse (hasil dari erosional batuan dasar) dan endapan alluvium serta endapan fluvial dari sistem sungai Palu yang relatif belum kompak.

“Saat ikatannya ini tidak kuat lalu terjadi gempa maka akan lepas semua, ditambah di dalamnya terdapat unsur air maka ketika gempa akan larut dan berubah seperti bubur, bangunan semen dan beton di atasnya pun akan langsung amblas.Tidak bisa dihindari,”, terangnya.

Ia menyebut potensi fenomena seperti ini bisa terjadi di mana saja di Indonesia.

Bagaimana Dengan di Bali?

Purbo yang telah melakukan penelitian di Bali sejak tahun 2000 ini mengaku hafal betul wilayah Bali.

Namun ia menyebut di Bali, relatif sulit terjadi likuifaksi.

Hal ini disebabkan adanya material batuan paras yang berasal dari Gunung Batur. Stuktur batuan paras dari Gunung Batur ini menurutnya sangat khas dan kuat.

Hal itu karena bentuknya adalah batuan pasir yang runcing.

“Itu sangat khas di Bali. Parasnya ini runcing-runcing sehingga ikatannya sangat kuat dan tak mudah lepas apabila terjadi guncangan atau gempa. Berbeda dengan keadaan di Palu,” tegasnya.

Likuifaski akan berpotensi besar terjadi di daerah yang jarang terdapat pasir gunungnya.

Halaman
123
Penulis: Eviera Paramita Sandi
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved