PHDI Bali: Lebih Baik Menghasilkan Satu Generasi Cerdas daripada 100 Generasi Tak Bisa Apa-apa

Acara Lokasabha VII DPP Peradah Indonesia Bali, yang digelar di Auditorium IHDN Denpasar

PHDI Bali: Lebih Baik Menghasilkan Satu Generasi Cerdas daripada 100 Generasi Tak Bisa Apa-apa
Tribun Bali/Putu Supartika
Lokasabha ke-VII Peradah Indonesia Bali, Sabtu (6/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dalam acara Lokasabha VII DPP Peradah Indonesia Bali, yang digelar di Auditorium IHDN Denpasar, Ketua PHDI Bali Prof. I Gusti Ngurah Sudiana mengatakan, dengan dilaksanakannya Lokasbha yang ke-7 ini, berarti Peradah sudah ada sejak 35 tahun di Bali.

"Peradah Bali sejarahnya cukup baik. Dari sisi perjalanan banyak menghasilkan orang-orang yang jadi tokoh Hindu sukses, di politik maupun pemerintahan. Dan ini sangat strategis melalui Peradah," kata Sudiana, Sabtu (6/10/2018).

Peradah hebat karena ada kesatuan langkah, dan ia berharap pertentangan dalam tubuh organisasi bisa dikurangi.

"Bagaimana mengolah strategi pengembangan agama Hindu tapi tidak membicarakan atau menjatuhkan orang lain," katanya.

Ia juga menekankan prinsip ngayah dalam organisasi ini.

Jika peradah di Bali bisa jadi ikon di Indonesia, maka peradah lain akan bisa melahirkan generasi pengganti generasi tua dan mampu memperbaiki kekeliruan generasi tua Hindu.

"Pemuda Peradah juga harus berjuang jadi politikus, sehingga Hindu tidak hanya berkembang di Bali tapi di seluruh indonesia bahkan dunia. Lebih baik menghasilkan satu generasi cerdas daripada 100 generasi muda yang tidak bisa apa-apa," katanya.

Sudiana juga meminta agar Peradah bisa bersinergi dengan organisasi lain seperti PHDI dan tidak segan-segan untuk mengkritik PHDI apabila ada kekeliruan.

Sementara itu, Ketua DPN Peradah Indonesia, Suresh Kumar mengatakan bahwa umat Hindu di Indonesia membutuhkan Bali.

"Sedikit saja ada masalah di Bali akan berdampak ke luar Bali," katanya.

Selain itu, bulan November nanti Peradah Indonesia juga akan melakukan kongres di Palangkaraya.

"Astungkara Presiden Jokowi akan hadir ke sana. Kami sudah berkoordinasi terkait hal itu. Selain itu, 2.500 umat Hundu juga siap menyukseskan kongres ini," katanya. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved