Kisah Nadia Murad, Dari Mantan Budak Seks ISIS Hingga Raih Nobel Perdamaian

Nadia Murad, wanita pegiat hak asasi manusia yang menjadi mantan budak seks ISIS meraih Nobel Perdamaian 2018

Kisah Nadia Murad, Dari Mantan Budak Seks ISIS Hingga Raih Nobel Perdamaian
Times of Israel via Grid.ID
Nama Nadia Murad tengah ramai diperbincangkan setelah mantan budak seks ISIS ini meraih penghargaan Nobel Perdamaian. 

Laporan Wartawan Grid.ID, Linda Rahmad

TRIBUN-BALI.COM - Nadia Murad, wanita pegiat hak asasi manusia yang menjadi mantan budak seks ISIS meraih Nobel Perdamaian 2018 pada Jumat (5/10/2018).

Kurang lebih tiga bulan menjadi tawanan ISIS, Nadia berulang kali mendapatkan perlakuan yang keji yakni dipukuli, disiksa, dan diperkosa.

Mimpi buruk Nadia terus berlanjut saat ia dipaksa menikahi anggota ISIS.

Nadia disiksa, dipaksa menggunakan make up, hingga mengenakan pakaian ketat.

Merasa tidak kuat dengan perlakuan tersebut, Nadia bertekad untuk melarikan diri.

Aksi melarikan diri yang dilakukan Nadia berhasil berkat bantuan sebuah keluarga Muslim asal Mosul.

Berbekal surat-surat palsu, Nadia berhasil melintasi perbatasan dan masuk ke wilayah Kurdi bergabung dengan ribuan pengungsi Yazidi.

Nadia juga akhirnya berhasil bertemu dengan saudarinya di Jerman berkat bantuan sebuah organisasi yang membantu warga Yazidi.

Sejak saat itulah, Nadia Murad akhirnya mendedikasikan dirinya sebagai "perjuangan rakyat kami" dan menjadi aktivis anti-kekerasan terhadap perempuan.

Halaman
12
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved