Breaking News:

Warga Batang Ini Ceritakan Detik-detik Ini Lolos dari Maut Usai 3 Jam Tergulung Lumpur di Donggala

Kemudian terlihat pohon-pohon bertumbangan disertai lumpur yang langsung menyeret semua benda dengan begitu cepatnya.

Tribunnews/Irwan Rismawan
Seorang warga terlihat duduk termenung diantara puing reruntuhan, Sabtu (29/9/2018), setelah gempa 7,4 SR mengguncang Palu dan Donggala yang diikuti tsunami pada Jumat (28/9/2018)> 

TRIBUN-BALI.COM -- Fahrurrozi atau Rozi (30) bernafas lega begitu kakinya menginjak tanah kelahiran di Kabupaten Batang.

Ia bersama 12 warga Batang lain tiba di kabupatan itu dan disambut hangat Bupati Wihaji, Minggu (7/10/2018) subuh, setelah selamat dari gempa dan tsunami Sulawesi Tengah (Sulteng).

Seperti biasa, Rozi bercerita, waktu sore selesai kerja menjadi buruh bangunan di Kampung Petobo, Palu, Sulteng, pada Jumat (28/9/2018) lalu, para pekerja antre untuk mandi, termasuk dirinya.

Saat kejadian gempa itu, ia masih antre mandi.

Tiba-tiba terdengar suara ledakan, dan seperti guyuran hujan.

Kemudian terlihat pohon-pohon bertumbangan disertai lumpur yang langsung menyeret semua benda dengan begitu cepatnya.

Belakangan diketahui lumpur yang tiba-tiba muncul itu merupakan kejadian likuifaksi, atau hilangnya daya dukung tanah, sebagai dampak gempa besar mencapai 7,4 Skala Ritcher yang terjadi di wilayah Sigit Purnomo Syamsuddin Said itu.

"Saya pun tak luput dari seretan lumpur yang bergerak kuat. Saat itu saya berusaha lari, tetapi tak kuasa, karena tubuh terseret lumpur," tutur Rozi, berusaha menahan tangis meski air mata tak terbendung.

Rozi warga Desa Sukomangli, Kecamatan Reban Kabupaten Batang terseret lumpur sejauh 1 kilometer.

Ia terendam lumpur yang hanya menyisakan bagian kepalanya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved