Breaking News:

Warga Batang Ini Ceritakan Detik-detik Ini Lolos dari Maut Usai 3 Jam Tergulung Lumpur di Donggala

Kemudian terlihat pohon-pohon bertumbangan disertai lumpur yang langsung menyeret semua benda dengan begitu cepatnya.

Tribunnews/Irwan Rismawan
Seorang warga terlihat duduk termenung diantara puing reruntuhan, Sabtu (29/9/2018), setelah gempa 7,4 SR mengguncang Palu dan Donggala yang diikuti tsunami pada Jumat (28/9/2018)> 

"Di situasi seperti itu saya bingung mau lari ke mana. Dari ketinggian saya berada melihat dengan jelas bagaimana dahsyatnya air ombak yang besar dengan cepat langsung merusak dan menyeret rumah yang berada di pesisir pantai," tuturnya

Saat bercerita, matanya terlihat berkaca-kaca

"Saat itu tubuh saya lemas dan hanya bisa berdzikir. Tak terpikir jika saya harus menyaksikan kejadian yang sangat mengerikan itu," ujarnya.

Belum mau pulang

Adapun, sebanyak 34 warga Kabupaten Batang tercatat bekerja sebagai buruh bangunan di Sulteng yang tersebar di Siggi, Palu, dan Donggala.

Dari jumlah itu, 13 orang sudah dipulangkan, satu orang hilang, satu orang meninggal dan dikubur di lokasi bencana, sisanya masih di lokasi pengungsian dan belum mau dipulangkan.

Pemulangan 13 warga Batang itu dilakukan menggunakan pesawat Hercules dari Bandara Mutiara Sis Aljufri Sulteng menuju Lanud Sultan Hasanudin Makasar

Dilanjutkan penerbangan ke Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta Timur, dan dilanjutkan lagi dengan jalur darat dijemput personel Pemkab Batang menggunakan mobil.

Sebanyak 13 warga yang dipulangkan itu semuanya berasal dari Kecamatan Reban.

Wajah-wajah mereka tampak sedih, tetapi berusaha tetap tersenyum karena sudah tiba di Batang dengan penuh harapan, meski tak dipungkiri mereka masih tampak trauma atas apa yang dialami.

Bupati Batang Wihaji yang menyambut kedatangan warganya korban bencana di Sulteng itu di rumah dinasnya, mengatakan, dari laporan yang masuk tercatat ada tiga kelompok warga Batang di Sulteng.

Tiap kelompok tercatat dengan jumlah yang berbeda, yaitu sembilan orang, 10 orang, dan 15 orang, sehingga totalnya ada 34 orang.

"Sebanyak 34 orang itu bekerja sebagai buruh bangunan, yang tersebar di Siggi, Palu dan Donggala.

Satu orang tercatat meinggal, dan satu orang hilang atas nama Mudi belum ketemu," tuturnya.

Wihaji menyatakan, sebanyak 13 korban yang dipulangkan itu akan mendapat pemantauan dan pendampingan dari puskesmas tiap kecamatan untuk penanganan pasca-trauma.

"Kami akan dampingi dan pantau perkembangannya, karena saya lihat dari psikisnya tampak ketakutan dan trauma," ucapnya. (Dina Indriani)


Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved