Pertemuan IMF dan Bank Dunia di Bali

Jawaban Sri Mulyani Terkait Isu Pinjaman IMF Kepada Indonesia di Pertemuan IMF-WB di Bali

Sri Mulyani memaparkan agenda yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut meliputi antara lain perkembangan ekonomi dunia berikut tantangan

Jawaban Sri Mulyani Terkait Isu Pinjaman IMF Kepada Indonesia di Pertemuan IMF-WB di Bali
(KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat menghadiri Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Nusa Dua, Bali, Senin (8/10/2018) 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa tema yang akan dibahas dalam Sidang Tahunan IMF-WB 2018 sangat relevan dengan agenda dan kepentingan nasional saat ini.

Dua agenda prioritas diantaranya investasi pada human capital dan ekonomi digital, serta keuangan syariah. Beberapa isu prioritas nasional tersebut juga akan dibahas dan diupayakan menjadi sebuah inisiatif global.

Sri Mulyani memaparkan agenda yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut meliputi antara lain perkembangan ekonomi dunia berikut tantangan dan upaya untuk mengatasinya, pemanfaatan perkembangan teknologi untuk mendorong pertumbuhan inklusif, mitigasi perubahan iklim untuk mengatasi kesenjangan, skema pembiayaan dan asuransi bencana alam, investasi pada sumber daya manusia, dan lain-lain.

“Pembahasan topik-topik prioritas tersebut juga didasari oleh kondisi perekonomian global pada saat ini. Kita mengharapkan agar pemulihan ekonomi global terus berlanjut dan merata hampir di seluruh negara,” tuturnya.

Saat ditanyai mengenai pinjaman, tidak ada agenda tersebut dalam pertemuan tahunan kali ini.

“IMF tidak akan memberikan pinjaman kepada Indonesia karena IMF hanya akan memberikan pinjaman kepada negara yang mengalami kesulitan dalam neraca pembayaran,” tegas Sri Mulyani.

Lebih lanjut Sri Mulyani menambahkan, seiring dengan upaya pemerintah Indonesia yang sedang melakukan percepatan pembangunan 245 proyek infrastruktur prioritas, dalam pertemuan tahunan ini Indonesia juga akan menandatangani sejumlah proyek infrastruktur yang akan dibiayai melalui kerjasama pemerintah Indonesia dengan beberapa lembaga keuangan internasional.

Pembahasan tentang bencana alam yang melanda Indonesia baru-baru ini juga akan dibahas oleh para delegasi.

"Rangkaian sidang tahunan ini juga akan dimanfaatkan Indonesia bersama dengan institusi yang relevan dan negara-negara lain untuk membahas dan untuk menemukan solusi yang paling tepat terkait tanggap bencana, termasuk kerangka kebijakan pembiayaan risiko bencana” ujar Sri Mulyani.

Selain sebagai ketua delegasi Indonesia, Menteri Keuangan hadir dalam kapasitas sebagai Development Committee (DC) Chair, Gubernur Bank Dunia (WB) untuk Indonesia, dan Menteri Keuangan negara anggota G20.

Kegiatan penting lain yang akan berlangsung dalam AM IMF-WBG kali ini adalah para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral negara-negara anggota G20 akan melakukan pertemuan untuk membahas Outlook perekonomian global.

Pembahasan itu fokus pada risiko dari sudut pandang perekonomian negara berkembang.

Dalam hal ini, G20 mempertegas dukungannya terhadap multilateralisme dan kestabilan geopolitik dengan mendorong komunikasi kebijakan yang jelas dan transparan.(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved