IoT Sudah Diterapkan pada Infrastruktur Informasi Kritikal Nasional, BSSN Tingkatkan Keamanan Siber

CodeBali bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengadakan konferensi di Padma Resort Hotel

IoT Sudah Diterapkan pada Infrastruktur Informasi Kritikal Nasional, BSSN Tingkatkan Keamanan Siber
Tribun Bali/Ahmad Firizqi Irwan
CodeBali bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) adakan konferensi bertempat di Padma Resort Hotel, Legian, Badung pada Rabu (10/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Dalam meningkatkan keamanan siber dari segala ancaman khususnya infrastruktur penting internet, CodeBali bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengadakan konferensi di Padma Resort Hotel, Legian, Badung pada Rabu (10/10/2018).

Konferensi ini bertema Cyber Security Solution for the Emerging Threat: Protection in Critical Information Infrastructure and Iot World.

Dihadiri delapan negara seperti Jepang, Turki, Lebanon, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Perancis, dengan diikuti sebanyak 400 peserta yang merupakan pakar-pakar siber dan juga para praktisi teknologi industri siber.

Kepala BSSN, Djoko Setiadi dalam sambutannya mengatakan, pemilihan tema ini berdasarkan kondisi yang saat ini tengah berada pada perkembangan teknologi yang pesat dan juga memasuki era Internet of Things (IoT).

"Ini merupakan sebuah konsep yang memiliki tujuan memperluas manfaat dari konektivitas internet yang tersambung secara terus menerus di ruang siber," ujarnya pada Rabu (10/10/2018).

Era IoT telah banyak membawa perubahan teknologi baik secara nasional maupun global, yang mana IoT ini sudah diterapkan kepada Infrastruktur Informasi Kritikal Nasional (IIKN).

Keamanan menjadi salah satu aspek penting yang harus dipertimbangkan sejak awal, baik perencanaan dan juga Pengembangan suatu sistem ataupun layanan temasuk pada teknologi IoT.

"Tanpa keamanan yang mendukung atau memadai, teknologi IoT tidak akan dapat menjadi bagian dari infrastruktur kritikal nasional yang aman," jelasnya.

"Karena serangan siber yang terjadi pada IIKN akan berdampak pada hajat hidup orang banyak. Sehingga sangat diperlukan adanya proteksi terhadap teknologi IoT, guna membangun IIKN yang aman dan terpercaya," tambahnya.

Djoko Setiadi berharap melalui konferensi ini nantinya peserta yang hadir dapat menggali ilmu dan berbagai informasi mengenai keamanan siber.

Ia juga berharap peserta ataupun stakeholder bisa mendukung kegiatan ini hingga mencapai tujuan yang sudah diterapkan.(*)

Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved