Pertemuan Tahunan IMF-WBG Tahun 2018 Bahas Teknologi Keuangan

World Bank Group (WBG) dan Dana Moneter Internasional (IMF) mengharapkan manfaat yang nyata dan terukur

Pertemuan Tahunan IMF-WBG Tahun 2018 Bahas Teknologi Keuangan
Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
Para pimpinan wanita dalam bidang keuangan saat berbicara tentang kesetaraan gender di dunia kerja dalam pertemuan IMF-World Bank 2018, Selasa (9/10/2018). 

Presiden Indonesia Joko Widodo dijadwalkan menjadi pembicara utama pada pertemuan yang akan diadakan pada hari Kamis tanggal 11 Oktober 2018.

Acara tersebut kemudian dilanjutkan diskusi panel yang menghadirkan Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde, Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim, Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani, dan beberapa delegasi lainnya.

"Pada prinsipnya, Indonesia mendorong ekonomi digital untuk dipertimbangkan masuk dalam Bali Initative sebagai
referensi bagi negara-negara untuk mengembangkan teknologi keuangan mereka. Proposal Teknologi Keuangan ini terdiri dari 12 prinsip," jelas Ketua Pelaksana Pertemuan Tahunan IMF-WBG 2018, Peter Jacobs, Selasa (9/10/2018) kemarin.

Pertemuan tahunan IMF-WBG ini memberikan kesempatan pada Indonesia untuk memimpin pembahasan isu-isu
global saat ini, seperti cara mengembangkan infrastruktur, menjaga stabilitas sistem keuangan, mengatasi
ketidaksetaraan, mengembangkan sumber daya manusia dan membuat kondisi keuangan yang baik untuk semua.

Terdapat forum bagi investor dan para pemimpin perdagangan dunia untuk mempelajari potensi unik Indonesia, pendekatan inovatifnya, peluang untuk berinvestasi dalam industri Indonesia, dan peluang bisnis yang ada.

Sebagai negara tuan rumah, Indonesia memperoleh beberapa manfaat seperti transfer pengetahuan, investasi dan perdagangan, pariwisata, dan mengangkat kepemimpinan Indonesia ke forum-forum global lainnya.

Indonesia juga mendapat manfaat ekonomi jangka pendek dalam hal pendapatan devisa, sekitar Rp 5,9 triliun selama acara berlangsung.

Pertemuan tahunan IMF-WBG ini dikunjungi dan dihadiri oleh kurang lebih 34.000 orang yang sebagian besar berasal dari sektor swasta di bidang transportasi, penginapan, makanan dan minuman, belanja dan hiburan, termasuk wisata alam dan budaya.(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved