Seniman Bali “Persembahkan” Puluhan Kartun dan Poster untuk IMF-World Bank

Tak kurang dari 80 karya kartun dan poster dipajang di Jatijagat, Kampung Puisi, Renon, Denpasar, Rabu (10/10/2018) sore.

Seniman Bali “Persembahkan” Puluhan Kartun dan Poster untuk IMF-World Bank
Tribun Bali/Bambang Wiyono
80 karya kartun dan poster dipajang di Jatijagat, Kampung Puisi, Renon, Denpasar, Rabu (10/10/2018) sore. 

Globalisasi mengacu pada tujuan awal Bank Dunia dan IMF ketika didirikan untuk menciptakan persaudaan dan kemakmuran pasca Perang Dunia.

Tetapi kemudian terjadi “gombalisasi” dimana melalui pemberian hutang, IMF justru membiarkan rejim-rejim korup seperti Orde Baru di Indonesia melakukan korupsi dan menyengsarakan rakyat.

"Sehingga rakyat hanya dapat gombal-gombalnya saja," tegasnya.

Diharapkan ke depannya, berawal dari Bali, situasi itu akan berubah sehingga dari Bali akan kembali tercipta kemakmuran bersama.

Sementara Muhammad Reza Sahib dari Koalisi Gerak Lawan menyebut, pameran ini merupakan bukti bahwa di Bali pun ada komponen yang bersikap kritis terhadap IMF. "Kita bangga karena yang kita perjuangkan adalah kepentingan bersama bangsa ini, bahkan kepentingan masyarakat global," tegasnya.

Dalam kasus Bali, dia berharap, pariwisata akan berkembang dengan akar budaya yang kuat yang menjadi keunggulan Bali dan tak terlalu mengharapkan investor besar yang justru akan merusak Bali. Karena itu, dia mengaku kagum dengan Gerakan Bali Tolak Reklamasi yang terus berjuang menolak proyek tersebut. (*)

Penulis: Bambang Wiyono
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved