Ngopi Santai

Gempa dan Gonggongan Anjing-anjing Itu

Ramai suara gonggongan itu seakan mengiringi langkah saya dan sejumlah orang berlarian keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Gempa dan Gonggongan Anjing-anjing Itu
kolase

Menurut Cesar, ini adalah keajaiban alam, yang menggambarkan dengan jelas betapa kuat bekerjanya bahasa energi di dunia binatang. Binatang mampu membaca energi Alam, termasuk energi dari aktivitas Bumi.

Sejumlah buku, termasuk anekdot-anekdot yang terkait sejarah, juga mengisahkan tentang bagaimana anjing mampu “memprediksi” gempa, atau kucing yang tiba-tiba bersembunyi di gudang bawah tanah berjam-jam sebelum datangnya tornado.

“Energi sesungguhnya merupakan ‘bahasa’ komunikasi makhluk hidup, bahkan meskipun hal itu tak disadarinya,” demikian tulis Cesar di bukunya.

Pada dasarnya, semua binatang dilahirkan dengan sudah mengetahui ‘bahasa’ tersebut secara instingtif, secara naluriah.

Bahkan manusia pun sesungguhnya dilahirkan fasih dengan ‘bahasa’ universal ini, namun manusia cenderung melupakannya.

Sebab, manusia dilatih sejak mulai bayi untuk meyakini bahwa hanya melalui kata kata-lah (words) satu-satunya cara untuk berkomunikasi.

Namun ironinya, meskipun kebanyakan mengira bahwa manusia tidak mengerti bahasa energi, manusia sesungguhnya “mengucapkan” bahasa itu sepanjang waktu, selama hayat masih di kandung badannya.

Tanpa disadari oleh manusia sendiri, mereka sebenarnya “memancarkan” bahasa universal (energi itu) selama 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu tanpa jeda sepanjang mereka masih hidup.

Apa buktinya?

Buktinya adalah spesies binatang bisa membaca dan “memahami” manusia, meskipun binatang tak menguasai bahasa komunikasi manusia.

Halaman
123
Penulis: Sunarko
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved