Penglingsir Puri Agung Peliatan Sebut Sertifikasi Kriya Kayu Ukir Penting Bagi Para Seniman

Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) memfasilitasi sertifikasi seniman kriya kayu ukir di Bali

Penglingsir Puri Agung Peliatan Sebut Sertifikasi Kriya Kayu Ukir Penting Bagi Para Seniman
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Penglingsir Puri Agung Peliatan, Cokorda Gede Putra Nindia saat diwawancarai oleh media usai pembukaan acara sertifikasi seni kriya kayu ukir di Inna Grand Bali Beach, Sanur, Bali pada Rabu (10/10/2018). 

Laporan wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) memfasilitasi sertifikasi seniman kriya kayu ukir di Bali.

Bekraf menggandeng Lembaga Sertifikasi Profesi Furniture dan Kayu Olahan (LSP Furniko); Penglingsir Puri Agung Peliatan, Cokorda Gede Putra Nindia; dan akademisi dari Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar.

Acara sertifikasi ini dilaksanakan selama dua hari, terhitung sejak Rabu (10/10/2018) hingga Kamis (11/10/2018), yang diikuti oleh lebih dari 100 orang seniman.

Pada hari pertama, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya sertifikasi berserta beberapa materi terkait hal tersebut.

Sementara itu, ujian sertifikasi dilakukan di Puri Agung Peliatan pada hari kedua.

Pada ujian sertifikasi, peserta akan diberikan kesempatan untuk mengerjakan kriya kayu ukir selama tiga jam.

Dari proses itu, nantinya dapat diketahui seorang seniman tersebut kompeten atau tidak.

Penglingsir Puri Agung Peliatan, Cokorda Gede Putra Nindia mengaku bahagia melihat para seniman patung yang merespon keinginan Bekraf dalam memfasilitasi sertifikasi.

Baginya, sertifikasi ini sangat penting dan bermanfaat sebagai pengakuan kepada para seniman.

Halaman
12
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved