Pertama Ada di Indonesia, Bekraf Gelar Sertifikasi untuk Seniman Kriya Kayu Ukir di Bali

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia memfasilitasi program sertifikasi terhadap lebih dari 100 orang seniman kriya kayu ukir di Bali

Pertama Ada di Indonesia, Bekraf Gelar Sertifikasi untuk Seniman Kriya Kayu Ukir di Bali
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Direktur Harmonisasi Regulasi dan Standarisasi Bekraf, Sabartua Tampubolon (tengah) bersama Ketua LSP Furniko, Bernardus Arwin (kiri) dan Kasubdit Standarisasi dan Sertifikasi Profesi Bekraf, Budi Triwinanta (kanan) saat memberikan keterangan kepada awak media, Rabu (10/10/2018). 

"Tapi dengan kehadiran teman-teman lebih dari 100 orang ini, saya sangat optimis bahwa sertifikasi ini oleh mereka sudah dianggap penting," paparnya kepada awak media di Hotel Grand Inna Bali Beach, Sanur, Bali pada Rabu (10/10/2018).

Ia juga berharap dengan adanya program sertifikasi ini dapat mendorong kreativitas para seniman dalam berkarya.

Data Bekraf menunjukkan, kriya kayu ukir saat ini menempati posisi ketiga dalam Pendapatan Domestik Bruto (PDB), yakni sebesar 15,70 persen setelah kuliner sebesar 41,69 persen dan fashion di angka 18,15 persen.

Setelah Bali, proses sertifikasi kriya kayu ukir ini direncanakan di Jawa Tengah seperti Jepara, Kendal, Solo dan beberapa daerah lain.

Sementara itu, Ketua LSP Furniko, Bernardus Arwin mengungkapkan sertifikasi ini digunakan sebagai pengakuan terhadap para seniman sebagai pembuat karya.

"Selama ini kan belum ada pengakuan. Nah inilah dimulai difasilitasi oleh Bekraf untuk memperoleh pengakuan bagi para pelaku seni, khususnya yang juga pelaku ekonomi kreatif di Bali," terangnya.

Dijelaskan lagi oleh Arwin, seseorang yang kompeten dan memiliki sertifikat itu bukan hanya kompeten dalam berkarya, melainkan juga kompeten secara soft skill, sifat dan mentalnya. (*)

Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved