Bali Paradise

Segar Alami Segelas Mocktail Tea, Kreasi Teh Ala Semujaen Restaurant

Dengan tampilan dan cita rasanya yang demikian, siapa yang menyangka floating bisma sejatinya adalah teh

Segar Alami Segelas Mocktail Tea, Kreasi Teh Ala Semujaen Restaurant
Tribun Bali/Ni Putu Diah Paramitha Ganeshwari

Selain mocktail tea, makanan bertema Western dan Asian pun menjadi andalan restoran yang berlokasi di Jalan Bisma No 3 Ubud, Gianyar ini.

Varian steak adalah hidangan andalannya.

Tender Loin Steak pun menjadi best seller.

Steak ini dibuat dari daging pilihan berkualitas.

Teknik memasaknya pun bisa dipilih antara medium dan matang.

Dalam satu porsinya pun terdapat mashed potato dan tambahan salad sebagai pelengkap.

Uniknya mashed potato di Semujaen diracik gurih dan teksturnya lembut.

Semujaen pun boleh jadi rekomendasi tempat makan jika Anda berkunjung ke seputaran Ubud.

Lokasinya yang strategis serta suasana makan yang hangat membuat pengunjung betah untuk bersantai.

Aksen khas Bali semisal mural bertema barong dan penari pun semakin menambah daya tariknya.

Semujaen juga bisa menerima reservasi untuk kebutuhan acara pertemuan, reuni, dan sebagainya.

Kapastitas ruangannya dapat menampung sekitar 40 orang. 

samujaen

Beragam Rasa dalam Satu Tapas

Steak memang menjadi andalan Semujaen, namun bukan berarti masakan khas Bali tak kalah unjuk gigi.

Semujaen memiliki beberapa masakan khas Bali yang juga menarik perhatian pelanggan.

Balinese tapas adalah satu di antaranya.

Menu ini sejatinya adalah nasi campur, namun dengan sentuhan khas Bali serta ditampilkan dengan sajian yang cantik.

Di sekeliling nasi kukus terdapat aneka lauk, misalnya sate, kare, sayur, kacang, serta sambal.

Tapas pun rupanya memiliki arti semua makanan dalam satu porsi.

samujaen

“Lokasi restoran ini berada di kawasan wisata. Oleh karenanya kami ingin juga menampilkan masakan khas Bali. Kami sadar, orang asing yang datang ke Bali pasti ingin mencicipi hidangan khas daerah selama mereka melancong,” ujarnya.

Nama Semujaen yang digunakan sebagai nama restoran pun terdengar kental dengan unsur Bali.

Ocha menjelaskan, dalam bahasa Bali ‘semu’ berarti ‘terlihat’ dan ‘jaen’ berarti ‘enak’.

Nama ini seolah berisi harapan agar hidangan yang disajikan dapat memancing selera makan pelanggannya. (*)

Penulis: Ni Putu Diah paramitha ganeshwari
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved