PDAM akan Perbaiki Kebocoran Usai IMF-WB Berakhir, Takut Ganggu Kabel Fiber Optik Penunjang Internet

PDAM Gianyar tak bisa melakukan perbaikan, hingga gelaran pertemuan IMF-WB di Nusa Dua, Badung berakhir

PDAM akan Perbaiki Kebocoran Usai IMF-WB Berakhir, Takut Ganggu Kabel Fiber Optik Penunjang Internet
Net
Ilustrasi air PDAM mati 

Adapun surat yang telah ditembuskan ke Gubernur Bali ini, berisikan instruksi Gubernur Bali menginstruksikan jajaran Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Bali agar menghentikan sementara kegiatan penggalian jalan yang dilakukan oleh pihak PDAM, PLN ataupun pihak kontraktor lainnya.

Dalam surat perjanjian tersebut dikatakan, instruksi ini sebagai upaya meminimalisir terganggunya/putusnya infrastruktur jaringan kabel optik Telkom.

Adapun ruas jalan yang dilarang untuk digali selama pertemuan IMF-WB, di antaranya, Jalan Airport Ngurah Rai Tuban, Bypass Ngurah Rai, Jalan Denpasar-Gilimanuk, sepanjang Bypass Ida Bagus Mantra Denpasar-Gianyar, serta jalan Gianyar-Kintamani-Singaraja-Seririt- Gilimanuk.

Instruksi ini terhitung sejak Senin (1/10/2018) hingga Minggu (14/10/2018).

Direktur Teknik (Dirtek) PDAM Gianyar, Wayan Suastika membenarkan pihaknya tidak bisa melakukan perbaikan pipa, yang letaknya berada di jalan nasional.

“Sempat ada gangguan layanan di zona kota, tim kami Cabang Blahbatuh melakukan inspeksi malam menggunakan metode pengujian pipa menggunakan freezer. Ditemukanlah 6 titik bocor. Dan, kebetulan titik bocor itu ada di jalan nasional. Di mana jalan tersebut ada imbauan dari pemerintah, sampai dengan tanggal 14 Oktober, kami gak boleh menggalinya,” ujarnya.

Sebagai upaya mengurangi kerugian karena air bocor, serta memperbaiki pelayanan di masyarakat, PDAM akan melakukan koordinasi dengan pihak pengawas jalan.

Baik pengawas jalan kabupaten, provinsi maupun nasional.

“Kebocoran di jalan-jalan, sementara kami atur dengan valve, untuk mengurangi traser. Karena begitu traser naik, dia akan memberikan peningkatan bocor,” ujarnya.

Berdasarkan kondisi tersebut, kata dia, mengakibatkan pelayanan air di masyarakat terganggu.

Khususnya di jam-jam puncak.

“Kami meminta maaf, dan mohon permakluman pada pelanggan. Tapi untuk jalan yang tidak masuk dalam instruksi imbauan tadi, tetap kami kerjakan. Sebab, itu kan air terbuang, selain mengganggu pelayanan, kami juga rugi,” ujarnya. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved