IMF World Bank Annual Meeting

Massa Aksi Dapat Tindakan Represif Saat Aksi Puncak di Nusa Dua, Begini Reaksi GRM

Massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Rakyat Menentang (GRM) IMF-WB (International Monetary Fund-World Bank) dilaporkan

Massa Aksi Dapat Tindakan Represif Saat Aksi Puncak di Nusa Dua, Begini Reaksi GRM
Tribun Bali/Hisyam Mudin
Suasana konferensi GRM IMF-WB yang digelar di Denpasar, Minggu (14/10/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Rakyat Menentang (GRM) IMF-WB (International Monetary Fund-World Bank) dilaporkan terus mendapat tindakan intimidasi bahkan represifitas oleh pihak keamanan.

Tindakan represifitas ini kembali dilayangkan siang tadi ketika kurang lebih 70 orang massa menggelar aksi demonstrasi di kawasan Nusa Dua Bali, sebagai kawasan diselenggaraknya Annual Meeting (AM) IMF-Bank Dunia, Minggu (14/10/2018).

Massa aksi bergerak menembus kawasan ini dengan membawa atribut aksi lengkap, seperti spanduk dan poster.

Pihak keamanan yang terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan pihak kepolisian dilaporkan berusaha keras membubarkan aksi, bahkan mendorong massa aksi.

Juru Bicara GRM IMF-WB, Helda Khasmy dalam konfrensi pers yang digelar di Denpasar, mengungkapkan, selama proses memulai kegiatan dalam mengkapanyekan perlawan IMF-WB, pihaknya terus mendapatkan tindakan intimidasi bahkan insiden "teror".

"Ini menunjukan bahwa Negara ini bersikap anti demokrasi dan membungkam suara rakyat ketika kami membongkar kejahatan dan perampokan yang dilakukan oleh IMF-WB," katanya dalam konfrensi pers usai menggelar aksi, Minggu (14/10/2018).

Ia menengaskan, pihaknya tidak akan pernah mundur dalam mengkampanyekan kejahatan yang dilakukan IMF-WB.

"Semua proses sudah kami lalui dan kami tidak akan mundur dalam melawan dominasi IMF-World Bank, kami tidak pernah bungkam dan berhenti bahkan mengkalilipatkan perjuangan kami untuk terus mengkampanyekan perjuangan sampai ke masyarakat dunia," tegasnya.

Helda yang juga sebagai Ketua Seruni (Serikat Perempuan Indonesia) ini pun mengatakan, dalam aksi penutupan yang digelar di Nusa Dua siang tadi pun mendapat tindakan intimidasi.

Aksi yang digelar sekitar pukul 13.15-13.45 wita mendapat penolakan paksa dari pihak keamanan Satpol PP dan pihak kepolisian.

Halaman
1234
Penulis: Hisyam Mudin
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved