Perkawinan Hindu Bali Digelar di Swiss, Lantunan Gayatri Mantram Mengunakan Logat Swiss

Perkawinan ala Hindu Bali itu digelar oleh warga asli Swiss, Claudio dan pasangannya, Margareta, yang beberapa tahun ini

Perkawinan Hindu Bali Digelar di Swiss, Lantunan Gayatri Mantram Mengunakan Logat Swiss
Istimewa
Pasangan warga Swiss, Claudio dan Margareta tengah mengikuti serangkaian prosesi pernikahan ala Bali di sebuah perbukitan di Unterwasse, Swiss, Jumat (12/10) lalu. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR -- Perkawinan ala Hindu Bali saat ini tidak hanya terjadi di Pulau Dewata saja.

Prosesi perkawinan yang dinilai rumit oleh sebagian orang, saat ini justru digelar di luar negeri oleh warga asing.

Baca: VIDEO Perkawinan Bule dengan Upacara Hindu Bali di Swiss, Dengar Lantunan Gayatri Mantramnya!

Baca: Tak Hanya Upacara Perkawinan, Ini Sejumlah Upacara Hindu Bali yang Digelar di Luar Negeri

Perkawinan ala Hindu Bali itu digelar oleh warga asli Swiss, Claudio dan pasangannya, Margareta, yang beberapa tahun ini memilih ajaran Hindu sebagai referensinya dalam menjalani kehidupan.

Berdasarkan data yang diterima Tribun Bali, Minggu (14/10), pernikahan itu digelar di sebuah daerah perbukitan Unterwasse, Swiss, Jumat (12/10) pukul 10.00 Wita.

Ritual ini dipimpin, Romo Ida Sri Bhagawan Kanjeng Panembahan Jawi dari Griya Agung Panembahan, Kecamatan Ubud, Gianyar.

Pada video yang dikirim langsung Ida Kanjeng (sapaan Sri Bhagawan Kanjeng Panembahan Jawi), proses pernikahan ini berjalan khidmat, dengan dihadiri puluhan warga Swiss.

Pernikahan yang berlangsung di kawasan hijau, dengan latar belakang bukit ini menjadi sangat sakral, saat penyanyi seriosa asal Swiss, Febio melantunkan ‘Gayatri Mantram’ di tengah prosesi ritual.

Meskipun lagu suci ini dinyanyikan dengan intonasi ala Swiss, sama sekali hal itu tidak menghilangkan sakralitas ‘Gayatri Mantram’. Sebab, Febio melantunkannya dengan penuh penghayatan.

Ida Kanjeng saat dikonfirmasi via WhatsApp mengaku terharu dan bangga melihat budaya Hindu Bali diterima oleh masyarakat luar negeri.

“Ini luar biasa, karena perkawinan secara Hindu Bali diterima oleh masyarakat di sana. Sangat khidmat dan secara spiritual bisa memberikan kebahagiaan bagi semuanya, termasuk yang hadir. Mantram Gayatri juga dilantunkan ala Swiss oleh penyanyi seriosa Febio. Jadi, Hindu Bali menjadi universal, bisa beradaptasi dengan budaya setempat (Swiss),” ujar sulinggih yang juga anggota PHDI (Parisada Hindu Dharma Indonesia) Pusat itu.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved