VIDEO Perkawinan Bule dengan Upacara Hindu Bali di Swiss, Dengar Lantunan Gayatri Mantramnya!

Prosesi perkawinan ala masyarakat Hindu di Bali tetap berlangsung khidmat di luar negeri, yakni Swiss.

VIDEO Perkawinan Bule dengan Upacara Hindu Bali di Swiss, Dengar Lantunan Gayatri Mantramnya!
Istimewa
Warga Swiss, Claudio dan Margareta tengah mengikuti serangkaian prosesi pernikahan ala Bali di sebuah perbukitan, di Unterwasse, Swiss, Jumat (12/10/2018) 

Sabab Febio melantunkannya dengan penuh penghayatan.

Kedua mempelai tampak berberapa kali tersenyum sumringah dengan balutan kain khas Bali.

Bahkan saat pelaksanaan mekalan-kalan, keduanya tampak bahagia ketika mempelai pria menusukkan keris pada sebuah tikar dari daun pandan yang dipegang oleh mempelai wanita.

Ida Kanjeng, saat dikonfirmasi via WhatsApp mengaku terharus dan bangga melihat budaya Hindu Bali, diterima oleh masyarakat luar negeri.

“Ini luar biasa, karena perkawinan secara Hindu Bali diterima oleh masyarakat di sana. Sangat khidmat dan secara spiritual bisa memberikan kebahagiaan bagi semuanya termasuk yang hadir. Mantram Gayatri juga dilantunkan ala Swiss oleh penyanyi Seriosa Febio. Jadi, Hindu Bali menjadi universal, bisa beradaptasi dengan budaya setempat (Swiss),” ujar sulinggih yang juga anggota PHDI Pusat itu.

Terkait banten yang digunakan untuk pernikan ini, kata Ida Kanjeng, sejumlah banten disiapkan di Bali.

Di Swiss pihaknya hanya tinggal ‘nanding’ atau merangkai.

Namun untuk menghindari permasalahan di bandara, khususnya untuk kelapa tua yang dalam prosesi berfungsi sebagai banten pejati, pihaknya memilih membelinya langsung di Swiss.

“Kelapa tua untuk pejati didapat di Swiss, tepatnya di super market,” ujarnya.

Kata Ida Kanjeng, setiap prosesi upacara digelar seperti perkawinan Hindu di Bali. Mulai dari upacara sudi wedani, yang merupakan syarat untuk melaksanakan perkawinan secara Hindu, biokaon hingga mekalan-kalan.

Namun sebelum menggelar perkawinan ini, kedua mempelai diwajibkan menggelar pernikahan secara legal sipil terlebih dahulu.

“Banten perkawinan komplit, biokaon, banten mekalan-kalan, dan lainnya. Termasuk juga ada prosesi mepejati,” ujarnya.

Tampak para undangan yang hadir, menggunakan pakaian casual, ada juga yang menggunakan jas. (*).

Lihat Videonya di sini:

Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved