Liputan Khusus

Agung Alit Sayangkan Minimnya Perhatian Pemerintah dan Orang Kaya terhadap Perpustakaan

Selain tak bisa mengimbangi perkembangan teknologi, perhatian dan kepedulian pemerintah juga sangat minim terhadap perpustakaan

Agung Alit Sayangkan Minimnya Perhatian Pemerintah dan Orang Kaya terhadap Perpustakaan
Istimewa
Agung Alit (tengah), pendiri Taman Baca Kesiman. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Nasib perpustakaan di Bali sangat miris.

Selain tak bisa mengimbangi perkembangan teknologi, perhatian dan kepedulian pemerintah juga sangat minim.

Kondisi ini pun menjadi sorotan pendiri Taman Baca Kesiman, Agung Alit.

Agung Alit turut menyayangkan minimnya kepedulian dan kesadaran masyarakat, khususnya pemerintah dan kaum elitis untuk tergerak lebih serius membangun proyek pencerdasan.

Fasilitas perpustakaan daerah tidak memadai, dan masih konvensional.

Anggaran pun terbatas karena tidak menjadi program prioritas.

Sementara kaum berduit justru berlomba-lomba sibuk memupuk kekayaan dan menggila membangun vila, hotel, maupun restoran-restoran mewah.

“Kekayaan sudah melimpah ruah, tapi tidak banyak yang terpanggil untuk berkontribusi, membuat proyek pencerdasan anak bangsa,” tegasnya saat ditemui di Taman Baca Kesiman, Denpasar, belum lama ini.

“Hal yang saya paling takutkan dalam hidup adalah terjebak dalam kemapanan. Saya ingat sekali kata orang tua. Kamu boleh berhenti sekolah, tapi jangan sampai berhenti belajar,” lanjutnya.

Lewat Taman Baca Kesiman, Alit pun membangun semangat untuk melawan lupa dan melawan ketidaktahuan.

Halaman
1234
Penulis: Ni Ketut Sudiani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved