Mendes PDTT Apresiasi Inovasi Desa Kutuh Pangkas Bukit Kapur untuk Akses Wisata ke Pantai Pandawa  

Desa Kutuh berkembang menjadi salah satu desa yang memiliki pendapatan mencapai puluhan miliar dari sektor pariwisata

Mendes PDTT Apresiasi Inovasi Desa Kutuh Pangkas Bukit Kapur untuk Akses Wisata ke Pantai Pandawa   
Tribun Bali
Pantai Pandawa 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Sekira tahun 2000-an Desa Kutuh, Kuta Selatan, Badung, Bali masih menggantungkan hidupnya pada rumput laut atau bermata pencaharian sebagai nelayan rumput laut, namun kini Desa Kutuh berkembang menjadi salah satu desa yang memiliki pendapatan mencapai puluhan miliar dari sektor pariwisata.

Dimana mereka membelah bahkan memangkas bukit kapur untuk membuka akses ke Pantai Pandawa yang kini menjadi destinasi favorit wisatawan saat ke Bali.

Inovasi tersebut mendapatkan apresiasi dari Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo.

“Desa tersebut tadinya desa miskin sekarang desa tersebut BUMDes Pariwisatanya sudah mempunyai omset kurang lebih Rp 34 miliar dengan net provit lebih dari Rp 14 miliar. Ini yang akan dilihat daerah-daerah lain yang menjadi desa mandiri,” ungkap Mendes PDTT Eko Putro, Selasa (16/10/2018).

Ia menambahkan, awalnya sebagian besar masyarakat menjadi petani rumput laut yang cenderung banyak efek negatifnya, karena sering terkena hama dan harga jual yang tak menentu.

Namun, saat ini Desa Kutuh berhasil mengubah dan mengembangkan potensi desa menjadi sebuah destinasi kelas dunia.

Caranya, mereka membelah bukit kapur sebagai akses jalan masuk ke pantai.

Menurut Mendes PDTT Eko Putro, Desa Kutuh ini merupakan desa yang berhasil dalam menjalankan program inovasi desa.

Dan karena keberhasilan tersebut beberapa delegasi AM IMF-WBG 2018 memilih berkunjung ke Desa Kutuh dan menikmati pantai Pandawa.

Sementara itu, Senior Director for the World Bank Group’s Social, Urban, Rural, and Resilience Global Practice, Ede Ijjasz-Vasquez saat pertemuan Fourth High Level Meeting on Country-Led Knowledge Sharing (HLM4 on CLKS) mengatakan, pihaknya berkomitmen penuh untuk mendukung pengembangan ekonomi lokal yang berbasis inovasi.

Selain itu, Bank Dunia juga berkomitmen untuk bekerja sama mendukung rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana yang baru terjadi di Lombok dan Sulawesi Tengah.

“Yang terpenting adalah kita bisa saling bertukar informasi, pengalaman, dan praktik baik pembangunan, salah satunya juga dalam kerangka Kerja Sama Selatan-Selatan. Pertemuan ini menjadi momentum yang sangat baik untuk mencari solusi berbasis kearifan lokal yang bisa dipelajari dunia internasional,” kata Ijjasz Vasquez.(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved