Sepanjang Tahun 2018 JAAN Catat Ada 13 Kasus Perdagangan Satwa Dilindungi

Satwa yang memiliki nama latin Symphalangus Syndactylus ini, sebelumnya dititiprawatkan di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Bali di Tabanan

Sepanjang Tahun 2018 JAAN Catat Ada 13 Kasus Perdagangan Satwa Dilindungi
Tribun Bali/Putu Supartika
Siamang saat akan ditranslokasi ke Sumatera Barat, Rabu (17/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Rabu (17/10/2018), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali bekerja sama dengan Yayasan FNPF atau Pengelola PPS Bali dan Jakarta Animal Aid Network (JAAN), melakukan translokasi satwa jenis Siamang sebanyak tiga ekor ke Sumatera Barat.

Satwa yang memiliki nama latin Symphalangus Syndactylus ini, sebelumnya dititiprawatkan di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Bali di Tabanan.

Selanjutnya, satwa-satwa tersebut akan dilatih dan direhabilitasi lebih lanjut di Yayasan Kalaweit Konservasi Siamang dan Owa di Supayang, Solok, Sumatera Barat.

Ketiga siamang ini bernama Joko, Josh, dan Hugo dan semuanya jantan.

"Kegiatan translokasi tiga ekor Siamang ini sudah direncanakan sejak lama, namun karena terkendala teknis serta proses pengeluaran atau pemasukan satwa dari dan menuju Bali yang harus melalui beberapa tahapan, diantaranya yaitu pemilihan maupun kesiapan lokasi pelepasliaran dan pemeriksaan medis, sehingga baru tahun ini translokasi dapat dilaksanakan," kata Kasi Konservasi Wilayah 2 BKSDA Bali, Sulistiyo Widodo.

Satwa yang ditranslokasi ini merupakan hasil sitaan sebanyak dua ekor di Pasar Satria dan diberi nama Josh dan Hugo pada awal tahun 2014, serta satu ekor diserahkan oleh masayarakat dan siamang itu diberi nama Joko.

"Selama ini satwa ini dititiprawatkan untuk menjalani treatment dan rehabilitasi sementara. Karena satwa ini kan stres karena dirawat masyarakat, juga ada pengecekan penyakit dan penyesuaian makanan. Hampir 4 tahun berada di PPS, kami sudah anggap sehat sehingga dikirim ke Sumatera Barat," paparnya.

Sementara itu, Jakarta Animal Aid Network (JAAN) mencatat sepanjang tahun 2018 ini terjadi 13 kasus perdagangan satwa di Indonesia.

"Tahun 2018 ini ada 13 kasus perdagangan satwa, dimana yang diperdagangkan ada 22 jenis satwa," kata Amang Raga, Koordinator Mamalia Laut JAAN, Rabu (17/10/2018) di BKSDA.

Halaman
12
Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved