Hashim Djojohadikusumo: Selama Dua Tahun Kami Jadi Korban Hoaks Soal Khilafah

Menurut Hashim tim pemenangan Prabowo Sandi terdiri dari berbagai latar belakang, termasuk dalam keyakinan agama.

Hashim Djojohadikusumo: Selama Dua Tahun Kami Jadi Korban Hoaks Soal Khilafah
Taufik Ismail/Tribunnews.com
Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Hashim Djojohadikusumo 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Direktur Media dan Komunikasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Hashim Djojohadikusumo mengatakan bahwa dalam dua tahun belakangan ini, kubu Prabowo sering dianggap sebagai anti pancasila, dan akan mendirikan negara dengan bentuk khilafah.

Menurut Hashim tudingan tersebut tidak berdasar dan fitnah.

"Kami tidak ingin membuat Khilafah, ini tudingan, konyol, dangkal, itu hoaks. Selama dua tahun kami jadi korban Hoaks soal khilafah," kata Hashim saat menyambangi redaksi Tribunnews, Kamis, (18/10/2018).

Bagaimana mungkin pihaknya mau membentuk Khilafah.

Menurut Hashim tim pemenangan Prabowo Sandi terdiri dari berbagai latar belakang, termasuk dalam keyakinan agama.

"Kami sejak satu tahun, dua tahun ini sering dianggap anti Pancasila, mau bentuk khilafah. Saya terbuka saja, saya Kristen Protestan saya sering ke gereja. Pak Budi (wakil direktur BPN) katolik, dan ada yang Hindu," katanya.

Hashim menduga tudingan anti-Pacasila dan khilafah, dilontarkan dari kubu lawan di Pemilu Presiden 2019.

Selain itu menurutnya pihak lawan menggunakan isu tersebut sebagai 'peluru' serangan karena menganggap Pancasila itu hanya sila pertama saja. Menurutnya mereka lupa bahwa ada lima butir dalam Pancasila.

Hashim mengatakan mereka yang jauh dari pancasila adalah mereka yang tidak menerapkan 5 butir dalam pancasila tersebut. Salah satunya yakni butir ke lima yang berbunyi 'Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia'.

"Menurut kami menurut saya. Yang sering terlupakan sila ke lima. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Keadilan sosial, itu karena kita tidak merasa adil situasinya. Kalau kita bicara sila ke lima orang bengong. Menurut Prabowo, kalau sila kelima tidak ditegakkan, sila ketiga terancam," pungkasnya. (*)

Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved