Gempa Bumi Palu & Donggala

Dalam Dua Minggu Masyarakat Inggris Kumpulkan Dana Rp 300 Miliar untuk Korban Bencana Sulteng

Foto bocah dengan perban di pipi yang sedang mendapat perawatan dari tim medis terpampang di berbagai tempat di Inggris

Dalam Dua Minggu Masyarakat Inggris Kumpulkan Dana Rp 300 Miliar untuk Korban Bencana Sulteng
kompas.com/Rosyid A Azhar
gempa dan tsunami sulteng 

TRIBUN-BALI.COM - Foto bocah dengan perban di pipi yang sedang mendapat perawatan dari tim medis terpampang di berbagai tempat di Inggris sejak 4 Oktober lalu.

Bocah laki-laki berusia tujuh tahun itu merupakan korban bencana gempa dan tsunami yang melanda Palu, Kabupaten Donggala, Sigi dan daerah-daerah sekitarnya di Sulawesi Tengah, pada 28 September 2018 silam.

Foto sang bocah sengaja ditampilkan dalam iklan penggalangan dana untuk korban gempa-tsunami di Sulawesi Tengah.

Dalam tempo sekitar dua minggu, penggalangan dana telah mencapai £15 juta atau sekitar Rp 300 miliar.

Dalam peluncurannya, seruan penggalangan dana disiarkan oleh stasiun-stasiun radio dan televisi, termasuk BBC, di antaranya menayangkan skala kerusakan, korban, potensi bencana kemanusiaan lanjutan bagi korban selamat, dan ajakan untuk menyumbang melalui berbagai cara; SMS, telepon, online.

Penggalangan langsung

Iklan itu menyebutkan: "£5 (Rp100.000) dapat menyediakan air bersih bagi seorang korban hidup selama satu bulan, £20 (Rp400.000) dapat mencukupi makanan bagi satu keluarga beranggotakan lima orang selama dua minggu."

Penggerak penggalangan dana adalah DEC, Komite Darurat Bencana yang merupakan aliansi 14 badan amal dan LSM Inggris, antara lain Islamic Relief, Oxfam, British Red Cross, serta Save the Children.

Selain melalui iklan di media dan iklan di tempat-tempat umum, penggalangan dana juga dipungut secara langsung oleh para relawan dari 14 badan amal di bawah payung DEC.

Mereka muncul di gereja, masjid, sekolah, bandar udara, stasiun kereta. Pada Selasa pagi (16/10/2018), saya menemui seorang relawan di Stasiun Monument di salah satu kawasan keuangan di London.

Halaman
1234
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved