Divonis 8 Tahun Penjara Karena Jual Narkotik, Rusdi dan Wahyudi Pasrah Menerima

Usai berkoordinasi dan menanggapi vonis itu, penasehat hukum kedua terdakwa menyatakan menerima

Penulis: Putu Candra | Editor: Irma Budiarti
net/ilustrasi
sabu-19-1 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kadek Rusdi (32) dan Supriyanto Wahyudi (22) pasrah dan menyerahkan sepenuhnya kepada tim penasehat hukum, saat keduanya divonis masing-masing 8 tahun penjara oleh majelis hakim.

Usai berkoordinasi dan menanggapi vonis itu, penasehat hukum kedua terdakwa, Desy Purnani dari Pos Bantuan Hukum (PBH) Peradi menyatakan, menerima.

Kedua terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana jual beli narkotik jenis ineks dan sabu-sabu.

"Terima kasih Yang Mulia. Setelah kami berkoordinasi dengan para terdakwa, kami selaku penasehat hukum menerima vonis majelis hakim," ujar Desi Purnani kepada majelis hakim pimpinan Ida Ayu Nyoman Adnya Dewi di persidangan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, kemarin.

Di sisi lain menanggapi vonis majelis hakim tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ni Luh Wayan Adhi Antari masih pikir-pikir.

Vonis yang dijatuhkan terhadap kedua terdakwa lebih ringan dua tahun dibandingkan tuntutan yang diajukan jaksa.

Sebelumnya, Jaksa Adhi Antari menuntut kedua terdakwa dengan pidana penjara masing-masing selama 10 tahun.

Selain dituntut pidana badan, keduanya juga dituntut pidana denda.

Sementara dalam amar putusan, majelis hakim sepakat dengan dakwaan pada surat tuntutan jaksa.

Kedua terdakwa dinyatakan, telah terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana narkotik.

Yakni secara tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan atau menerima narkotika golongan I dalam bentuk bukan tanaman, seperti disebutkan dalam dakwaan alternatif pertama.

Oleh karena itu, terdakwa Rusdi dan Wahyudi dijerat Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotik juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

"Mengadili, menjatuhkan pidana terhadap para terdakwa dengan pidana penjara masing-masing delapan tahun, dikurangi selama keduanya berada dalam tahanan sementara. Menjatuhkan pidana denda sebesar Rp 800 juta, subsider dua bulan penjara," tegas Hakim Ketua Adnya Dewi.

Dan memerintahkan kedua terdakwa tetap berada dalam tahanan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved