Selama 9 Bulan, Sebanyak 94 Tipiring Pembuang Limbah ke Sungai di Denpasar Ditindak

Selama bulan Januari hingga September 2018 sebanyak 94 orang pembuang limbah ke sungai dikenai tipiring.

Selama 9 Bulan, Sebanyak 94 Tipiring Pembuang Limbah ke Sungai di Denpasar Ditindak
Tribun Bali/Putu Supartika
Kondisi Tukad Buluh Jalan Trenggana, Penatih, Denpasar, Jumat (19/10/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Selama bulan Januari hingga September 2018 sebanyak 94 orang pembuang limbah ke sungai dikenai tipiring.

Hal tersebut dikatakan oleh ketua panitia lomba sungai bersih, Ni Made Reti saat acara aksi bersih-bersih, penobatan juara lomba bersih sungai dan pengukuhan komunitas anak peduli sungai di Tukad Buluh Jalan Trenggana, Penatih, Denpasar, Jumat (19/10/2018) pagi.

Dari 94 yang terkena tipiring pembuang sampah sebanyak 13 orang, 49 orang pembuang limbah hewan, 22 limbah tempe tahu, dan 10 limbah sablon.

"Dari jumlah ini, 74 dikenai vonis pengadilan dan 20 orang pembinaan," kata Reti.

Sementara itu, Kaepala Dinas DLHK Kota Denpasar, Ketut Wisada mengatakan, kesulitan dalam menciptakan sungai bersih di Denpasar yaitu masyarakat masih ada yang buang limbah kotorannya ke sungai, limbah detergen, membuang sisa MCK.

"Saat ini kita mewajubkan masyarakat tidak ada yang buang limbah padat atau cair ke sungai. Limbah cair buatkan septic tank, tidak ada limbah yang dibuang ke sungai," kata Wisada.

Ia mengatakan bahwa dulu masyarakat bisa dipakai mandi dan bahkan mencari air minum di sungai, dan pihaknya ingin mengembalikan hal itu.

"Tahun 2020 kita targetkan semua sungai di Denpasar bebas limbah," harapnya. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved