Kawasan Konservasi Berperan Penting Jaga Ekosistem Ikan dan Terumbu Karang

Indonesia merupakan satu dari 6 negara yang memiliki terumbu karang yang indah.

Penulis: Putu Supartika | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/Putu Supartika
Workshop perikanan berkelanjutan dan konservasi perairan di Indonesia yang dilaksanakan di Coral Triangle Center (CTC), Jalan Betngandang II, Sanur Denpasar, Sabtu (20/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Indonesia merupakan satu dari 6 negara yang memiliki terumbu karang yang indah.

Negara-negara yang memiliki terumbu karang ini membentuk segitiga sehingga disebut Coral Triangle.

Triangle ini meliputi kawasan Indonesia, Malaysia, Filipina, Timor Leste, Kepulauan Solomon, dan Papua New Guinea.

Hal tersebut diungkapkan oleh Executive Director Coral Triangle Center Rili Djohani dalam acara ikanan-berkelanjutan-dan-konservasi-perairan-di-indonesia' title='workshop per ikanan berkelanjutan dan konservasi pe'>workshop per ikanan berkelanjutan dan konservasi perairan di Indonesia, yang dilaksanakan di Coral Triangle Center ( CTC), Jalan Betngandang II, Sanur Denpasar.

"Sejak tahun 2010 kami CTC melestar ikan daerah terumbu karang. Banyak masalah di laut terkait terumbu karang mulai dari penangkapan ikan liar, pencemaran dan perubahan iklim," katanya, Sabtu (20/10/2018).

Ia menambahkan, saat ini sudah ada 165 kawasan konservasi perairan ( KKP) yang sangat potensial untuk mendukung tujuan dari per ikanan yang berkelanjutan di Indonesia.

"Kawasan Konservasi memegang peranan penting dalam manajemen per ikanan yang berkelanjutan, mengingat kawasan ini mempunyai potensi untuk memast ikan terciptanya ekosistem yang kondusif bagi ikan- ikan untuk berkembang baik. Namun sekitar 60 persen dari total luas KKP di Indonesia itu baru pada tahap dicadangkan, sehingga belum dimanfaatkan sebagaimana seharusnya KKP itu sendiri," imbuhnya.

Di Bali sendiri salah satu KKP ini ada di Nusa Penida dengan luas 20.057 hektar, yang terdiri atas tiga kepulauan yaitu Nusa Penida, Nusa Ceningan, dan Nusa Lembongan.

Di KKP Nusa Penida terdapat 298 spesies terumbu karang dan 576 spesies ikan terumbu karang.

Dikatakan juga bahwa terumbu karang ini menghasilkan 50 persen oksigen di bawah air.

"Kami kerja sama dengan pariwisata, industri, sehingga KKP bisa berjalan dengan baik. Harus ada kolaborasi dan kerja sama dengan semua pihak agar ikut aktif dalam kegiatan konservasi ini," imbuhnya.

Kerja sama dengan pariwisata sangat penting karena dengan adanya dive industri juga bisa membantu memonitor kondisi perairan, dan dive operator jadi contoh agar di bawah laut tidak mengambil karang atau berjalan di atas karang serta ikan- ikan tidak diganggu.

Tahun 2050 ia juga memprediksi akan banyak sampah plastik di laut daripada ikan.

Sehingga penanganan masalah sampah plastik juga perlu mendapat penanganan serius. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved