Kedubes Jepang Kunjungi Klungkung Terkait Rencana Hibah Mesin Pompa Air

Perwakilan Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia mengecek sekaligus memastikan kesiapan Kabupaten Klungkung

Kedubes Jepang Kunjungi Klungkung Terkait Rencana Hibah Mesin Pompa Air
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Pihak Kedubes Jepang Kunjungi Klungkung,untuk membahas rencana Observasi Lapangan Terkait Rencana Hibah Mesin Pompa Air, Senin (22/10/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Menindaklanjuti proposal dari Pemkab Klungkung terkait permohonan bantuan hibah mesin pompa air, Perwakilan Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia melakukan kunjungan ke Kabupaten Klungkung.

Pihak Kedutaan yang diwakili Yoko Onoue diterima Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta didampingi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung, Ida Bagus Juanida dan instansi terkait di ruang rapat Bupati Klungkung, Senin (22/10/2018) kemarin.

Menurut Perwakilan Kedutaan Besar Jepang, Yoko Onoue kunjungannya ke Kabupaten Klungkung adalah untuk mengecek sekaligus memastikan kesiapan kabupaten, terkait proposal tentang permohonan bantuan hibah mesin pompa air yang sebelumnya diajukan kepada pihak Toyama Jepang.

“Kunjungan kita kali ini adalah untuk melakukan observasi lapangan dan memastikan apakah sesuai dengan proposal yang diajukan,” ujar Yoko Onoue.

Menurutnya, terkait permohonan ini beberapa tahapan telah dilalui dan mendapatkan rekomendasi, sehingga dilakukan observasi lapangan.

Rencananya, observasi lapangan akan dilakukan pada Selasa (23/10/2018), sebagai salah satu syarat untuk mengetahui kondisi di lapangan.

“Mudah-mudahan kalau semuanya lancar, Maret 2019 kita lakukan penandatangan kerja sama dan April diharapkan sudah bisa berjalan,” ucapnya.

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta menyatakan, setelah melalui beberapa tahapan, pihaknya yakin Pemerintah Jepang akan merealisasikan bantuan hibah mesin pompa air tersebut.

Mengingat saat ini, lahan pertanian di Subak Sema Agung, Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan kesulitan mendapatkan air.

Mengingat posisi sawah di sini berada jauh lebih tinggi dari aliran air.

“Kita yakin sebuah komitmen yang kita laksanakan dengan sungguh-sungguh pasti ada hasilnya,” ujar Suwirta seraya berharap semua mekanisme tersebut bisa berjalan sesuai aturan, sehingga nantinya bisa memberikan outcome bagi masyarakat sekitar.

Di hadapan perwakilan Kedutaan Besar Jepang, Bupati Suwirta menyampaikan kerja sama ini tidak hanya terjalin di bidang pertanian saja, tetapi kedepan ia berharap bisa menjalin kerja sama di berbagai bidang lainnya, seperti pariwisata, kebudayaan, sarana prasarana dan bidang lainnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Ida Bagus Juanida menyebutkan, hibah yang diajukan tersebut meliputi permohonan bantuan berupa mesin pompa air dengan metode sistem solar cell.

Mesin tersebut nantinya akan digunakan mengangkat air dari Tukad Bubuh untuk mengairi laha pertanian di Subak Sema Agung.

“Mesin ini diperkirakan mampu mengairi kurang lebih 30 hektar sawah,” imbuhnya. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved