Dharma Wacana

Ngaben Kolektif Tak Boleh Saklek

Ngaben kolektif atau massal saat ini menjadi opsi desa pakraman meringankan biaya masyarakat menggelar ritual kremasi secara adat

Ngaben Kolektif Tak Boleh Saklek
TRIBUN BALI
Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda 

Dharma Wacana

Oleh Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda

TRIBUN-BALI.COM - Ngaben kolektif atau massal saat ini menjadi opsi desa pakraman meringankan biaya masyarakat menggelar ritual kremasi secara adat.

Sebab dengan sistem ini, biaya ditanggung bersama dengan pemilik sawa lainnya.

Lantaran barometer subsidi silang ini, sejumlah desa pakraman justru mengeluarkan aturan ketat untuk ngaben kolektif.

Setiap krama diharuskan mengikuti ngaben kolektif, meskipun ia memiliki dana untuk menggelar ngaben pribadi.

Jika dia melanggar kesepakatan adat, maka ia tidak mendapat bantuan krama dalam membuat sarana upakara.

Terkait hal ini, apakah sistem yang ketat tersebut masuk dalam kategori penghalang pretisenta dalam membayar utang pada orang tua?

Apakah ini hal dibenarkan oleh ajaran agama?

Lembaga adat atau desa pakraman, mestinya hadir sebagai sebuah lembaga untuk melembagakan agama Hindu.

Halaman
1234
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved