Forum Pemuda Pelopor Adakan Bimtek di Tanjung Benoa Terkait Bahaya Narkoba & HIV AIDS

Keadaan bangsa Indonesia kini disebut berada dalam status darurat Narkoba serta HIV/AIDS.

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Keadaan bangsa Indonesia kini disebut berada dalam status darurat Narkoba serta HIV/AIDS.

Hal ini membuat sejumlah organisasi atau forum masyarakat peduli terhadap pencegahan dini terhadap bahaya dari barang haram tersebut serta bahaya penyakit yang ditimbulkannya.

Salah satunya yakni Forum Pemuda Pelopor Provinsi Bali menggelar bimbingan teknis bahaya Narkoba dan HIV/AIDS terhadap Sekaa Teruna Teruni Kelurahan Tanjung Benoa dan Kelompok Siswa Peduli Aids Dan Narkoba (KSPAN) SMPN 3 Kuta Selatan, Selasa (23/10/2018) di Kantor Kelurahan Tanjung Benoa.

Sekira 50 generasi muda penerus Bangsa ini dengan seksama mendengarkan pemaparan dari Ketua Forum Pemuda Pelopor Provinsi Bali, I Wayan Deddy Sumantra mengenai bahaya penggunaan Narkoba serta penyakit HIV/AIDS.

“Hari ini kita mengadakan semacam bimbingan teknis tentang pemuda anti narkoba dan HIV/AIDS. Tujuan dari kegiatan ini adalah pengenalan sejak dini daripada bahaya Narkoba dan penularan HIV/AIDS, dimana kita sendiri saat ini sudah dalam darurat Narkoba,” ungkap Deddy Sumantra.

Melalui kegiatan ini diharapkan juga generasi muda kita ini sebagai penerus bangsa bisa menjaga dirinya membawa dirinya itu ke arah yang benar sesuai apa yang diharapkan keluarga.

Mereka juga diharapkan menjadi penerus bangsa yang dapat dibanggakan.

“Penyebaran dari pengaruh Narkoba ini sangat masiv salah satu pencegahan dini seperti kegiatan bimtek yang kita adakan,” imbuhnya.

I Wayan Deddy Sumantra juga selaku Kepala Lingkungan Tengkulung Kelurahan Tanjung Benoa mendukung penuh langkah BNNP Bali dan Badung khususnya dalam pemberantasan peredaran Narkoba di wilayahnya.

“BNN sudah mendatangi dua wilayah di Tanjung Benoa yakni Desa Adat Tanjung Benoa dan Desa Adat Tengkulung program kegiatan sosialisasi dari BNN dan penindakan dari mereka kita sambut baik. Kita bersama BNN lakukan sweeping sudah dua kali pada jam-jam dinihari terhadap sasaran yang sebelumnya menjadi target,” tambahnya.

Selain pencegahan dini melalui bimtek seperti ini, peran aktif masyarakat saat melihat hal-hal mencurigakan yang dilihatnya diharapkan segera melaporkannya ke Kepala Lingkungan atau perangkat desa lainnya.(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved