Remaja Rentan Mengalami Gangguan Jiwa, Data WHO Catat Separuh Penderita Mulai Usia 14 Tahun

Kalangan remaja rentan mengalami gangguan kesehatan jiwa akibat perubahan emosi dan sosial

Remaja Rentan Mengalami Gangguan Jiwa, Data WHO Catat Separuh Penderita Mulai Usia 14 Tahun
Istimewa
Seminar gangguan jiwa, Rabu (24/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kalangan remaja rentan mengalami gangguan kesehatan jiwa akibat perubahan emosi dan sosial, jika dibiarkan berlarut-larut remaja akan terjerumus ke dalam perilaku tidak sehat sampai bunuh diri.

Sehingga diperlukan upaya preventif menjaga kesehatan jiwa remaja demi menopang tumbuh kembang mereka jadi generasi yang tangguh.

Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, Luh Putu Sri Armini, Rabu (24/10/2018).

Sri Armini menambahkan, masa remaja dan dewasa muda merupakan masa dalam rentang kehidupan yang dipenuhi berbagai perubahan dan dinamika.

“Berbagai perubahan tersebut meliputi fisik-biologis dari anak menuju dewasa,” katanya.

Menurut Sri Armini, perubahan tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh faktor internal, juga sangat rentan dipengaruhi faktor eksternal, seperti pergaulan dan tuntutan sosial yang beda dari masa kanak-kanak ke remaja.

Ini semua memberikan dampak psikologis yang besar terhadap prilaku anak.

Dikatakannya, kedepan generasi muda menjadi penerus bangsa untuk itu harus benar-benar dipersiapkan jiwanya.

Data WHO menyebutkan separuh dari gangguan jiwa dimulai dari usia sekitar 14 tahun, akan tetapi sebagian besar kasusnya tidak terdeteksi dan tertangani.

Halaman
12
Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved