Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Unud Mengajukan Diri Jadi Tuan Rumah Pimnas PKM 2019

Universitas Udayana (Unud) mengusulkan diri menjadi tuan rumah Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas)

Tayang:
Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali
Gedung Laboratorium Universitas Udayana, Jl Sudirman, Denpasar, Rabu (13/9/2017). 

Laporan wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Universitas Udayana (Unud) mengusulkan diri menjadi tuan rumah Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) pada 2019 mendatang.

Hal itu dijelaskan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Unud, Prof. Dr. Ir. Made Sudarma, M.S.

"Terserah nantinya bagaimana visitasi, diterima di Bali (Unud) atau di tempat lain," katanya pada Rabu (24/10/2018) kepada Tribun Bali saat ditemui di Gedung Pascasarjana Lantai 3 Kampus Unud Sudirman, Denpasar, Bali.

Dalam pengajuan diri menjadi tuan rumah Pimnas PKM ini, terang Prof. Sudarma, harus mendapat rekomendasi dari rektor dan gubernur.

Saat ditanya apa keuntungan menjadi tuan rumah Pimnas PKM?

Prof Sudarma menyebutkan bahwa jika belum pernah menjadi tuan rumah maka Unud tetap akan berada pada klaster dua.

Perguruan tinggi yang berada pada klaster dua hanya memiliki jatah sebanyak 425 proposal PKM.

Hal ini berbeda dengan perguruan tinggi yang berada pada klaster satu yang mendapatkan jatah sebanyak 700 proposal PKM.

"Kalau klaster satu lumayan banyak lah," jelasnya.

Dalam tahap persiapan menjadi tuan rumah Pimnas PKM ini, jelasnya, masih dalam tahap penjajakan rancangan anggaran biaya (RAB).

Prof. Sudarma merinci RAB yang perlu dipersiapkan yakni dari rektorat Unud menyediakan dana sebanyak Rp 5 miliar, sementara kekurangan nantinya akan di-backup oleh Dikti sebanyak Rp 10 miliar.

"Mudah-mudahan dengan komitmen kita bersama ibu rektor bisa meningkatkan ini," harapnya.

Soal PKM, dijelaskan Prof. Sudarma bahwa saat ini Unud semakin berbenah.

Upaya tersebut dilakukan dengan menambah dana anggaran PKM sekitar Rp 1 miliar guna meningkatkan jumlah proposal yang dikirim ke Dikti.

Kini proposal PKM yang dikirim Unud ke Dikti sebanyak 800 buah.

Dari jumlah tersebut diharapkan dapat lolos sebanyak 15 proposal ke Pimnas.

Jumlah ini meningkat jauh dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai 28 proposal dan yang lolos sebanyak 3 buah ke Pimnas.

Upaya peningkatan pengiriman proposal PKM ini dilakukan dengan cara training of trainer (TOT) kepada 600 orang dosen.

"600 dosen ini diharapkan dapat merekrut sebanyak-banyaknya mahasiswa untuk mengirim proposal PKM. Jadinya terkumpul lah 800 proposal itu," jelasnya.

"Itu peningkatan yang luar biasa, dari sebelumnya belum ada peningkatan yang seperti itu. Mudah-mudahan lolos banyak," harapnya Professor Fakultas Pertanian Unud ini.

Dari 800 proposal tersebut, fakultas yang paling banyak mengirimkan proposalnya yaitu Fakuktas Kedokteran (FK) dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).

Keuntungan yang berhasil didapatkan apabila banyak PKM yang lolos ke Pimnas adalah dapat menaikkan ranking perguruan tinggi terutama dalam bidang kemahasiswaan.

"Karena prestasi meningkat, ranking juga meningkat (maka) kemahasiswaan juga meningkat," paparnya.

Kini Unud berada di ranking 28 nasional setelah sebelumnya berada di urutan 40. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved