Diminta Segera Tinggalkan Lokasi, Paguyuban Pedagang Nedauh Mercure Mertasari Minta Perpanjangan

Pedagang yang tergabung dalam paguyuban bernama Nedauh Mercure ini meminta perpanjangan dan solusi agar tetap bisa berdagang

Diminta Segera Tinggalkan Lokasi, Paguyuban Pedagang Nedauh Mercure Mertasari Minta Perpanjangan
Tribun Bali/M Ulul Azmy
Suasana lahan Pemrov yang ditempati sejumlah pedagang Nedauh Mercure di kawasan Pantai Mertasari, Jumat (26/10). Dalam waktu 3 hari, mereka sudah harus mengosongkan lahan. 

Merespon hal itu, pihaknya kembali mengajukan permohonan yang sama seperti tahun lalu untuk menempati lahan sementara, hingga keperluan administrasi pembangunan selesai.

"Namun saat kami tanyakan ke pihak desa/kecamatan, ternyata kami dapati (penyewa) belum ada mengurus perizinannya. Parahnya lagi, sejak sewa tahun 1995, sampai saat ini pun tidak ada dibangun sama sekali, dibiarkan mangkrak," bebernya.

"Terus terang dengan waktu tiga hari kan kami kelabakan nih. Namun rupanya, negosiasi sudah tak bisa dicapai," tambahnya.

Berdasarkan inilah, kata dia seraya diamini pedagang lainnya, berharap agar pihaknya bisa tinggal sementara jika penyewa aset belum benar-benar merencanakan pembangunan.

"Kami tidak melawan, kami tidak akan melanggar hukum. Karena kami hanya memanfaatkan aset lahan yang tak terpakai. Mohon atensinya, agar kami bisa dicarikan solusi mencari sesuap nasi kembali. Kami bersedia angkat kaki kok," tegasnya.

Kelompok pedagang Nedauh Mercure ini rata-rata berprofesi dagang barang-barang keperluan wisatawan seperti aksesoris, suvenir khas, patung dan makanan minuman sejak tahun 2000-an. (*)

Penulis: eurazmy
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved