Genjot Kerjasama Ekonomi, Perdagangan dan Teknik, Menko Darmin Nasution Datangi Rusia

Bidang-bidang kerja sama yang dibicarakan dalam SKB mulai dari perdagangan, industri, investasi, energi termasuk energi nuklir.

Genjot Kerjasama Ekonomi, Perdagangan dan Teknik, Menko Darmin Nasution Datangi Rusia
Staf KBRI di Moskow
Menko Perekonomian RI Darmin Nasution dan Menperindag Rusia Denis Manturov pada Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-12 Kerja Sama Perdagangan, Ekonomi dan Teknik Indonesia-Rusia di Moskow, Jumat (26/10/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, MOSKOW - Menko Perekonomian RI Darmin Nasution berkunjung ke Moskow untuk lebih memperkuat hubungan bilateral Indonesia dengan Rusia, khususnya kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan dan teknik.

Sejumlah program strategis dibahas dengan mitranya yakni Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rusia, Denis Manturov dalam Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-12 Kerja Sama Perdagangan, Ekonomi dan Teknik Indonesia-Rusia di Moskow, Jumat (26/10/2018).

Rusia merupakan salah satu mitra penting Indonesia.

Bidang-bidang kerja sama yang dibicarakan dalam SKB mulai dari perdagangan, industri, investasi, energi termasuk energi nuklir untuk tujuan damai, transportasi dan infrastruktur, teknologi informasi dan telekomunikasi, perbankan dan keuangan, hingga antariksa.

Selain itu, dibahas juga kerja sama kebudayaan dan pariwisata, ilmu pengetahuan dan pendidikan, kesehatan, kelautan, perikanan dan pertanian, standardisasi, serta kerja sama antara kota/provinsi dan kamar dagang kedua negara.

"Saya dan Menteri Denis Manturov telah bersepakat untuk terus bekerja keras bersama-sama menyusun langkah-langkah strategis untuk meningkatkan nilai perdagangan di masa mendatang dan juga tentu saja investasi sehingga hubungan ekonomi kedua negara semakin meningkat,” kata Darmin Nasution.

Dalam SKB ini, Darmin Nasution menekankan pentingnya perluasan akses pasar bagi produk dan komoditas pertanian dan perikanan Indonesia ke Rusia, peningkatan investasi Rusia di Indonesia, khususnya di bidang infrastruktur dan energi.

Darmin Nasution juga menggarisbawahi perlunya percepatan negosiasi perdagangan bebas Indonesia dengan Eurasian Economic Union (EAEU).

SKB merupakan salah satu mekanisme peningkatan kerja sama bilateral Indonesia dengan Rusia.

Pada SKB ini Delegasi Indonesia dipimpin oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution didampingi Duta Besar RI untuk Rusia dan Belarusia, Wahid Supriyadi dan para anggota delegasi dari berbagai lembaga pemerintah, antara lain Kementerian Luar Negeri, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Perindustrian, Bank Indonesia, beberapa BUMN, seperti Antam dan PLN, serta KADIN.

Delegasi Rusia dipimpin Menperindag Denis Manturov didampingi para pejabat pemerintah terkait dan pelaku bisnis.

SKB ke-12 diselenggarakan pada 25-26 Oktober 2018.

SKB didahului dengan pertemuan kelompok kerja bidang energi, perbankan dan keuangan, pertemuan tim ahli (expert meeting), pertemuan bilateral Menko Darmin Nasution dengan Menteri Denis Manturov, dan sidang pleno sebagai acara puncaknya.

Sebelumnya telah diselenggarakan juga pertemuan kelompok kerja bidang perdagangan, investasi dan industri, transportasi dan infrastruktur.

Untuk lebih mengintensifkan kerja sama kedua negara, pada SKB ke-12 disepakati pembentukan tiga kelompok kerja lagi, yaitu bidang perbankan dan keuangan, kelautan dan perikanan, dan pertanian.

Kesepakatan-kesepakatan kerja sama Indonesia dan Rusia dalam SKB ke-12 ini dituangkan dalam Agreed Minutes of the Twelfth Session of Intergovernmental Indonesian-Russian Joint Commission on Trade, Economic and Technical Cooperation yang ditandatangani oleh Menko Darmin Nasution dan Menteri Denis Manturov.

Di tengah kondisi ekonomi global kurang stabil, nilai perdagangan Indonesia dan Rusia masih menunjukan peningkatan.

Halaman
12
Penulis: Kander Turnip
Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved