Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Kantin Sekolah Diusulkan Cek Sebulan Sekali, Buntut Keracunan Massal SDN 1 Abiansemal

Disdikpora Badung menyarankan memperketat pengawasan internal terhadap produk makanan dan minuman

Tayang:
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Petugas Puskesmas Abiansemal I merawat siswa SDN 1 Dauh Yeh Cani Abiansemal yang keracunan di sekolah, Rabu (23/10/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Mengantisipasi keracunan massal terulang lagi di lingkungan sekolah, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Badung menyarankan memperketat pengawasan internal terhadap produk makanan dan minuman.

Dewan Badung juga menyarankan pengecekan makanan di sekolah dilakukan minimal sebulan sekali.

Kasus keracunan ini juga menjadi perhatian Komisi IV DPRD Badung yang membidangi terkait pendidikan.

Wakil rakyat ini berharap pemerintah melakukan pemeriksaan rutin terhadap seluruh kantin di sekolah-sekolah, untuk memastikan higienitas barang-barang dagangan yang dijual kepada siswa.

Ketua Komisi IV DPRD Badung AAN Ketut Agus Nadi Putra berharap pihak terkait perlu melakukan pengecekan terhadap kantin-kantin sekolah.

Bahkan ia mengatakan pengecekan itu harus dilakukan 1 bulan atau 2 bulan sekali.

Dengan pengecekan rutin tentu akan terpantau kualitas produk makanan atau minuman yang dijual kepada anak-anak.

“Kami berharap pemerintah terkait menyikapi ini secara serius, kasus ini kan sudah beberapa kali terjadi. Jadi bukan kali ini saja. Jadi, kami sarankan pemerintah dan sekolah bekerja sama dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPPOM) melakukan pengecekan rutin,” harapnya.

Dengan pengecekan ini, akan diketahui apakah produk yang dijual di kantin-kantin sekolah higienis atau tidak.

Kalau sudah berstandar, maka siswa akan aman saat mengonsumsinya.

Bila perlu, kata politisi Partai Golkar, bikin kantin sekolah yang representatif.

Artinya dari tempat bersih, kualitas makanan higienis.

“Intinya kedepannya perlu dipikirkan kantin yang layak dan menarik, ” terangnya.

Kepala Disdikpora Badung I Ketut Widia Astika mengatakan, makanan dan minuman yang diperjualbelikan di lingkungan sekolah memang perlu dilakukan pengawasan oleh sekolah dan dinas terkait.

Sehingga siswa mengkonsumsi makanan yang layak dikonsumsi.

“Sekolah perlu memberikan perhatian khusus segala bentuk macam makanan dan jajanan yang dijual di lingkungan sekolah, termasuk kantin. Ini yang saya bilang pengawasan internal. Selain makanan juga melihat kebersihan kantin dan juga makanan yang dijual di lingkungan sekolah,” katanya Jumat (26/10/2018).

Menurut dia, pengawasan secara internal ini penting untuk memberikan kepastikan produk makanan dan minuman, sehingga bisa mengantisipasi kasus keracunan seperti yang terjadi di SDN 1 Abainsemal Dauh Yeh Cani.

“Walau ini sifatnya kasuistik, tapi kasus ini bisa menjadi preseden buruk bagi dunia pendidikan di Badung. Syukur tidak ada korban jiwa,” ucapnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Badung dr I Gede Putra Suteja menegaskan bila pihaknya telah rutin melakukan pengecekan makanan di kantin sekolah.

Bahkan ia berharap keracunan yang terjadi di lingkungan sekolah tidak akan terulang lagi.

“Iya, rutin kami melakukan pengecekan baik itu dilakukan puskesmas dan ambulans desa setempat,” terangnya.

Disinggung terkait hasil laboratorium terhadap sampel makanan dan muntahan keluar, dr Suteja menegaskan sampai sekarang belum turun.

“Nanti kalau sudah ada kami kabari,” tandas pejabat asal Mengwi tersebut.

Seperti diketahui, keracunan massal yang terjadi di SD Negeri 1 Abiansemal Dauh Yeh Cani, Abiansemal, berlangsung Rabu (24/10/2018) siang.

Sebanyak 14 siswa dilarikan ke Puskesmas Abiansemal I untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut, dan 204 lainnya terpaksa dipulangkan lebih awal.

Sudah Gandeng BPBPOM

Kepala Disdikpora Badung I Ketut Widia Astika mengatakan, selama ini pemeriksaan terhadap kantin di sekolah sudah menjadi agenda rutin, karena Badung telah bekerjasama dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPPOM).

“Memang tidak setiap saat kita cek, makanya ada waktunya kami turun melakukan pengecekan. Kami pun juga sudah rutin melakukan pembinaan kepada sekolah-sekolah terkait hal ini,”ujarnya.
“Mudah-mudahan kasus ini tidak terjadi lagi kedepannya,” harap Astika sembari menyarankan lagi agar sekolah memperkatat pengawasan secarai internal. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved