Fitnah Perselingkuhan Istri Raja Berakibat Fatal, Fragmentari Singlar Mas Pementasan Pamungkas Unmas

Pementasan ini diawali dengan Tabuh Gesuri yang merupakan akronim dari Genta Suara Revolusi

Fitnah Perselingkuhan Istri Raja Berakibat Fatal, Fragmentari Singlar Mas Pementasan Pamungkas Unmas
Tribun Bali/Putu Supartika
Penampilan mahasiswa Unmas dalam Bali Mandara Nawanatya III, Sabtu (27/10/2018) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pementasan ini diawali dengan Tabuh Gesuri yang merupakan akronim dari Genta Suara Revolusi.

Tabuh ini diciptakan oleh almarhum I Wayan Beratha tahun 1994 yang dalam seni kerawitan disebut sebagai petegak.

Gending gambelan ini terinspirasi dari perjuangan pahlawan dalam merebut kemerdekaan bangsa.

Penampilan kedua dilanjutkan dengan Tari Sekar Jempiring yang merupakan maskot Kota Denpasar, dimana jempiring merupakan bunga warna putih berbau khas.

Selanjutnya, ditampilkan Tari Saraswati yang ditarikan oleh 9 orang penari.

Satu penari sebagai Dewi Saraswati dan 8 orang lagi sebagai penari angsa.

Sebagai penampilan pamungkas dari Universitas Mahasaraswati, di Gedung Ksirarnawa Art Center, Jalan Nusa Indah, Denpasar dalam gelaran Bali Mandara Nawanatya III Tahun 2018, Sabtu (27/10/2018) malam, yaitu fragmentari dengan tajuk Singlar Mas.

Singlar Mas ini diambil dari lontar Tutur Lebur Pradnyan yang mengisahkan kemarahan Mpu Wiragni pada Raja Nara Nata, atas kesalahpahaman yang telah dilakukan prabu hingga menghukum sang mpu keluar dari wilayah kerajaan.

"Seorang permaisuri Raja Nara Nata difitnah selingkuh dengan Mpu Wiragni dan membuat raja cemburu, hingga diusirlah Mpu tersebut. Sang Mpu marah dan kesal," kata ketua UKM Stana Unmas, I Made Dharmayasa ketika diwawancarai usai pementasan.

Halaman
12
Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved