SIE Ukur Indeks Kesehatan Laut Bali, 1.908 Delegasi dan 8 Kepala Negara Hadiri OCC 2018

SIE Bali bekerja sama pemerintah, instansi swasta maupun pendidikan seperti Universitas Udayana Unud, melakukan pengukuran Indeks Kesehatan Laut

SIE Ukur Indeks Kesehatan Laut Bali, 1.908 Delegasi dan 8 Kepala Negara Hadiri OCC 2018
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Suasana jumpa pers jelang pelaksanaan Our Ocean Conference (OOC) 2018 di Hotel Grand Inna Kuta, Sabtu (27/10/2018). OCC 2018 akan membahas enam isu. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Society Indonesian on Environment (SIE) Bali bekerja sama dengan pemerintah, instansi swasta maupun pendidikan seperti Universitas Udayana (Unud), melakukan pengukuran Indeks Kesehatan Laut atau Ocean Health Index (OHI) di Bali.

Hasil dari kajian ini akan dluncurkan dalam forum Our Ocean Conference (OCC) 2018 di Nusa Dua, Badung, 29-30 Oktober 2018.

Pengukuran OHI ini baru pertama dilaksanakan di Indonesia dan mengambil tempat di semua perairan yang ada di Bali.

Setidaknya pengukuran ini dilakukan oleh 24 organisasi dan dilaksanakan sesuai SK Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Kajian ini dimulai sejak tahun 2016 dengan menggunakan 10 indikator atau pertimbangan yaitu clean water, penyimpanan karbon, proteksi pesisir, ekonomi dan mata pencaharian, turis dan pariwisata, produk alami yang bukan untuk makanan, perikanan dan budidaya, kepekaan ruang perikanan, rakyat yang menjadi pelaut atau bendega serta biodiversity atau jenis dan habitat hewan laut.

Berdasarkan biodiversity-nya dapat dikumpulkan data sebanyak 900 spesies yang ada di perairan Bali mulai dari ikan hingga terumbu karang.

"Dalam hal ini ada dua hal yang diukur yaitu status atau kondisi saat ini dan pemikiran terkait kondisi masa depan, berdasarkan data yang didapatkan hari ini," kata Hanggar Prasetio selaku Koordinator Rich to Rief (Nyegara Gunung) and Geografic Information System (GIS) SIE Bali saat konferensi pers Our Ocean Conference, yang diadakan oleh (SIEJ) bersama Conservation Indonesia (CI), Sabtu (27/10/2018), di Kantor Kompas Biro Bali.

Nantinya data dari 10 komponen itu akan dirata-ratakan sehingga diperoleh OHI.

"Dari data ini kita mengajak masyarakat untuk peduli lingkungan. Ini juga hal bagus untuk melihat kondisi perairan laut Bali," imbuhnya.

Data ini akan dipublish pada Selasa (30/10/2018) pukul 14.30 WITA dalam acara OOC 2018 di BNDCC Nusa Dua oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, Made Gunaja.

Halaman
1234
Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved