BPJS Ketenagakerjaan Targetkan 95 Persen Kepesertaan di Denpasar Pada 2019

Meningkatkan kepesertaan masyarakat, BPJS Ketenagakerjaan gencar melakukan terobosan yang menyasar lapisan terbawah

BPJS Ketenagakerjaan Targetkan 95 Persen Kepesertaan di Denpasar Pada 2019
Istimewa
Launching desa sadar jaminan sosial ketenagakerjaan, Selasa (30/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, A  A Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Meningkatkan kepesertaan masyarakat, BPJS Ketenagakerjaan gencar melakukan terobosan yang menyasar lapisan terbawah.

Bahkan di tahun 2019, BPJS Ketenagakerjaan Denpasar pasang target 95 persen di Kota Denpasar.

Merangsang minat masyarakat, selain melalukan sosialisasi, BPJS juga bekerja sama OPD dan perusahaan agar mewajibkan anggotanya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Salah satunya yang dilakukan Kadisnaker Kota Denpasar, I.G.A. Rai Anom Suradi, dengan menetapkan Desa Sanur Kauh, sebagai Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Menurutnya, dengan pola jemput bola, masyarakat mendapat informasi yang tepat tentang BPJS Ketenagakerjaan, sehingga meningkatkan pemahaman penting menjadi peserta BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan.

"Kami sebagai partner BPJS selalu memberi sosialisasi tentang pentingnya BPJS. Seperti dalam syarat mengurus izin perusahan atau serikat pekerja, harus ikut BPJS," tandasnya dalam siaran pers yang diterima  Tribun Bali, Selasa (30/10/2018).

Ia menegaskan, BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan penting bagi masyarakat untuk antisipasi terhadap kemungkinan kesehatan dan keselamatan kerja.

Lebih dari itu, BPJS juga menghadirkan berbagai program lainnya seperti jaminan hari tua.

"Misalkan terjadi kecelakaan kerja hingga meninggal, ahli waris mendapat dana 48 kali, sesuai upah tiap bulan. Khusus jaminan hari tua, itu seperti dana pensiun," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved