Menteri Susi Ikut Nyanyi Bersama Slank, OOC 2018 Bahas Agenda Konsep Perikanan Berkelanjutan

Konser dengan tema musik menghadap laut menghadirkan Slank pada Senin (29/10/2018) malam

Menteri Susi Ikut Nyanyi Bersama Slank, OOC 2018 Bahas Agenda Konsep Perikanan Berkelanjutan
Tribun Bali/Ahmad Firizqi Irwan
Band papan atas tanah air, Slank menghibur slanker di Pantai Pandawa, badung pada Senin (29/10/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Konser dengan tema musik menghadap laut menghadirkan Slank pada Senin (29/10/2018) malam.

Dalam konser ini Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti ikut naik ke panggung dan mengampanyekan untuk terus menjaga kebersihan dan kenyamanan laut Indonesia.

Dalam konser ini Kaka menyanyikan lagu Bang-Bang Tut, Terlalu Manis dan seperti biasanya dipungkasi dengan lagu Kamu Harus Pulang.

Selain Slank, ikut meramaikan konser dalam pertemuan Our Ocean Conference (OOC) di Nusa Dua ini adalah Navicula dan Jogja Hip Hop Foundation.

Slank juga mengingatkan para Slankers-sebutan penggemar Slank, untuk menjaga kebersihan laut Bali maupun Indonesia.

Salah satu Agenda OOC kemarin seperti rilis yang dikirim ke Tribun Bali adalah diskusi bertema, Towards Sustainable Fisheries in Indonesia: Implementation of Indonesia Fisheries Management Councils and Commitment to Support FMC 715.

Dalam diskusi ini mengemuka soal populasi ikan di laut yang ada batasnya.

Bagaimana caranya agar Indonesia dan dunia punya persediaan ikan yang cukup sampai generasi mendatang?

Salah satunya adalah melalui konsep Perikanan Berkelanjutan (sustainable fisheries) yang memerlukan perencanaan manajemen dan kolaborasi kuat banyak pihak.

Diskusi ditutup dengan deklarasi semua pihak, untuk mewujudkan perikanan berkelanjutan dengan memperkuat peran Dewan Pengelolaan Perikanan (FMC) dan Wilayah Pengelolaan Perikanan (FMA).

Acara yang diadakan Coral Triangle Center (CTC), bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan ini menghadirkan semua pihak yang terkait dengan perikanan, mulai dari wakil pemerintah, donor hingga mitra dari NGO, untuk saling belajar dan berkolaborasi untuk menuju perikanan yang berkelanjutan di Indonesia.

Selain membicarakan peran pemerintah dan skema aturan terkait perikanan, di sesi panel, ada pula narasumber yang berbicara tentang “best practice” yang sudah diterapkan oleh Provinsi Lampung, melalui Komite Pengelolaan Perikanan Rajungan Berkelanjutan (KPPRB) dan pengalaman US Fishery Management Council di Amerika Serikat. (*)

Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved