BPJS Kesehatan Klungkung

JKN-KIS, Mata Air Harapan Bagi Keluarga Made

I Made Yasa (57) adalah tulang punggung keluarga yang berasal dari Br. Keranjangan, Desa Manukaya, Kecamatan Tampaksiring, Bali

JKN-KIS, Mata Air Harapan Bagi Keluarga Made
Istimewa

TRIBUN-BALI.COM - I Made Yasa (57) adalah tulang punggung keluarga yang berasal dari Br. Keranjangan, Desa Manukaya, Kecamatan Tampaksiring, Bali.

Keseharian Made dan keluarganya pergi ke kebun untuk memanfaatkan apapun yang bisa ditanam, dipanen dan dapat menghasilkan uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Made bersama istri dan tiga orang anaknya melewati suka dan duka bersama, terlebih lagi Made harus merawat kakaknya yang mengalami kebutaan, namun Made tetap semangat menjalani hari-harinya dengan baik.

Dan salah satu hal yang membuat Made tetap bersemangat adalah karena dirinya dan keluarganya telah memiliki kartu Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), yang sangat membantu mengurangi beban hidupnya.

Saat petugas BPJS Kesehatan datang melakukan spot checking ke rumahnya di Desa Manukaya, Made tampak menyambut dengan ramah dan spontan menyampaikan ucapan terima kasih telah mengunjungi rumahnya.

Made mengatakan sangat bersyukur telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS, karena terbukti kartu KIS yang Made miliki telah banyak membantu pembiayaan kesehatan keluarganya, mulai dari istrinya yang melahirkan hingga pengobatan kakaknya yang mengalami kebutaan.

"Saya sekeluarga tidak tahu lagi bagaimana jadinya kalau tidak ada JKN-KIS. Apalagi dengan kondisi dan perekonomian saya, sungguh JKN-KIS ibarat mata air harapan bagi keluarga kami," tutur Made dengan suara bergetar.

Nampak Made begitu terenyuh saat menceritakan kehidupannya yang serba pas-pasan.

Tak salah kiranya jika keluarga Made yang tinggal di rumah sederhana ini layak ditanggung oleh pemerintah sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran. 

I Made Yasa yang saat itu ditemani semua keluarganya tidak henti-hentinya mengucap terima kasih kepada petugas BPJS Kesehatan atas jaminan yang ia dapatkan selama ini, ia merasa nyaman dengan pelayanan kartu JKN-KIS ini, padahal dulu Made justru takut untuk datang ke rumah sakit karena tidak memiliki uang untuk membiayai pengobatan yang bagi dirinya sangat mahal.

Namun dengan bermodal kartu KIS, ia tidak dikenakan biaya sepeser pun dan dilayanani dengan baik.

“Coba lihat, dengan kondisi kami yang kurang mampu, kami sangat beruntung memiliki kartu KIS ini. Mungkin orang lain yang memiliki banyak uang tidak akan merasakan hal yang sama seperti kami, tapi program ini benar-benar menjadi mata air dan harta yang sangat berharga buat kami. Kami harap Bapak/Ibu yang mampu dapat ikut menjaga program JKN-KIS ini agar dapat terus bermanfaat bagi orang-orang seperti kami, kami benar-benar merasa tenang memiliki kartu KIS. Semoga semua orang dapat ikut bergotong-royong menyukseskan program ini, yang mampu membantu yang miskin dan yang sehat tetap diberikan kesehatan karena telah membantu yang sakit,” ucap Made. (*)

Editor: Irma Budiarti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved