Ngurek Merupakan Bagian dari Tamas Samadhi, Ini Penyebab Bisa Tertusuk Keris

Dharma Upapati PHDI Bali, Ida Peranda Gede Wayahan Wanasari mengatakan prosesi ngurek atau nebek raga merupakan bentuk menyakiti diri

Ngurek Merupakan Bagian dari Tamas Samadhi, Ini Penyebab Bisa Tertusuk Keris
Tribun Bali/Putu Supartika
Dharma Upapati PHDI Bali, Ida Peranda Gede Wayahan Wanasari. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dharma Upapati PHDI Bali, Ida Peranda Gede Wayahan Wanasari mengatakan prosesi ngurek atau nebek raga merupakan bentuk menyakiti diri.

Jika ngurek betul-betul dalam keadaan kerauhan atau trance merupakan sesuatu yang lumrah.

Menurut Ida, dalam Lontar Wraspati Tatwa disebutkan bahwa ngurek merupakan bentuk samadhi yaitu Tamas Samadhi.

"Ada tiga hal prinsip kerauhan. Ambil Wraspati Tatwa. Tamas samadhi ciri-cirinya kuat, tahan, kebal, teriak-teriak menyebut nama Tuhan, nama dewa, nama sesuhunan. Ngurek inilah termasuk Tamas Samadhi," kata Ida, Selasa (30/10/2018) di Kantor PHDI Bali.

Ida menambahkan, jika betul-betul menekuni spiritual maka samadhinya akan meningkat.

Akan tetapi menurut Ida, orang kebanyakan senang pada Tamas Samadhi karena bisa menyembuhkan, kuat, dan orang bangga dengan itu.

"Dunia sekarang di situ. Oleh Bhatara Siwa disuruh belajar lagi, meningkatlah kadar spiritual menjadi Rajas Samadi yaitu dengan mendapatkan benda-benda bertuah atau pica. Orang bangga dapat pica. Pica itu cendramata Tuhan atas samadhi kita," papar Ida.

Pada tingkatan akhir yaitu Satwam Samadhi.

Dengan jalan menyucikan diri maka semua dilihat putih, baik, positif.

"Satwam samadhi ini tingkatan ketiga, tapi biasanya sudah moksah pada tingkat ini," kata Ida.

Menurut Ida, jika ada yang ngurek mengalami kecelekaan (tertembus keris) ini dikarenakan emosi terlalu banyak.

"Belum roh betul-betul masuk emosi lebih dulu. Yang menonjol rasa pada diri yaitu emosional bukan spiritualnya," imbuh Ida. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved