Wilayah Bali Selatan Ini Kekurangan Air Baku, Ini Calon Bendungan untuk Menampung Air

Ia juga menambahkan layanan PDAM di Denpasar hanya 48 persen atau dalam kategori sangat rendah.

Wilayah Bali Selatan Ini Kekurangan Air Baku, Ini Calon Bendungan untuk Menampung Air
Tribun Bali/Putu Supartika
Kunjungan Komisi V DPR RI di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Kamis (1/11/2018) 

Laporan Waratawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Wilayah Bali Selatan khususnya wilayah Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan) defisit atau kekurangan air baku sebanyak 5,21 m3 per detik.

Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Balai Wilayah Sungai Bali Penida, I Ketut Jayada saat kunjungan Komisi V DPR RI di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Kamis (1/11/2018).

Ia juga menambahkan layanan PDAM di Denpasar hanya 48 persen atau dalam kategori sangat rendah.

Sehingga ada sebanyak 62 persen masyarakat yang belum terlayani PDAM.

Memang saat ini tidak menimbulkan keributan karena masyarakat masih menggunakan air tanah atau sumur dan kualitas air tanahnya juga bagus.

Akan tetapi jika penggunaannya semakin masif dampaknya sangat berbahaya.

"Hasil studi kami bahwa wilayah Nusa Dua, Kuta, dan Sanur sudah zona merah air tanah. Air tanah sudah terinterusi air asin," kata Jayada.

Menurutnya jika air tanah terus digunakan maka akan terjadi penurunan permukaan tanah sebagaimana yang terjadi di Bandung dan Jakarta.

"Juga akan ada interusi air asin. Tanah lubang di bawah, itu bisa amblas," kata Jayada.

Halaman
123
Penulis: Putu Supartika
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved